48 Merek Kosmetik Berbahaya Temuan BPOM

Reporter : Dwi Ratih
Selasa, 26 Januari 2016 13:43
48 Merek Kosmetik Berbahaya Temuan BPOM
Adakah merek kosmetik Sahabat Dream di bawah ini?

Dream - Kosmetik atau alat makeup merupakan salah satu hal yang tak bisa dipisahkan dengan wanita. Kosmetik dibuat agar wanita dapat tampil cantik dan percaya diri.

Namun sayang, tak sedikit produsen jahil membaluti alat kosmetik tersebut dengan bahan berbahaya yang dapat mempertaruhkan kesehatan kulit.

Perlu Sahabat Dream ketahui, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI telah merilis daftar 48 kosmetik berbahaya.

Produk kosmetik berbahaya tersebut tercatat mengandung merkuri, pewarna terlarang dan hidrokinon.

Berikut ini beberapa kosmetik berbahaya temuan BPOM.  (Ism, Sumber: Vemale) 

1 dari 4 halaman

Perhatikan Hal Ini Saat Membeli Kosmetik

Dream - Bagi perempuan membeli produk kecantikan sudah menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditinggalkan. Namun seringkali mereka tidak mengerti apa saja yang harus diperhatikan saat membeli produk kosmetik.

Menurut dokter kecantikan kulit dan kelamin dr. Sari Chairunnisa, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membeli kosmetik.

" Paling penting harus tahu tipe kulit kita apa sebelum memilih produk," ucap dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, dr. Sari Chairunnisa saat ditemui di Kawasan Sudirman, Jakarta Selatan.

Nisa menambahkan, lebih baik membeli kosmetik yang disesuaikan dengan kebutuhan kulit wajah. " Konsen kebutuhan kita apa misal kulit berminyak atau apa. Kita sesuaikan dengan kebutuhan," ujar Nisa.

Dokter Nisa juga menyarankan, sebagai konsumen kita harus kritis dalam memilih produk kosmetik yang akan dibeli.

" Pilih produk yang jelas dan ada nomor registrasi BPOM. Sebagai konsumen harus hati-hati dan kritis. Bedakan bahan yang berhaya atau tidak," kata dia.

(Laporan: Amrikh Palupi)

2 dari 4 halaman

Marak Kosmetik Ilegal di Ujung Tahun

Dream - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) telah melakukan pengawasan kosmetik sepanjang 2014 ini. Dari pengawasan tersebur BPOM menemukan sekitar 54 persen dari produk yang beredar di pasaran merupakan kosmetik impor ilegal. Bahkan eberapa di antaranya mengandung bahan berbahaya.

Keperluan penggunaan kosmetik meningkat tajam di Indonesia diperkuat data dari Eropa bahwa pertumbuhan pembelian kosmetik hingga lebih dari 20 persen.

" Ini yang menyebabkan jumlah produk kosmetik terus meningkat, sayangnya hampir separuh produknya itu illegal dan berbahaya," kata Kepala BPOM, Roy Sparingga saat dihubungiDream.co.id, Senin 29 Desember 2014.

Roy juga mengatakan, banyaknya pelabuhan resmi dan pemalsuan dokumen menjadi salah satu cara produk illegal bisa beredar dengan mudah di pasaran Indonesia.

" Banyak pelabuhan liar atau tidak resmi. Misalnya Batam, pintu masuk barang impor kan ada banyak titik. Sangat disayangkan sepanjang pantainya itu pelabuhan. Atau produk impor tersebut masuk ke Indonesia melalui jalur resmi namun menggunakan dokumen yang dipalsukan," katanya.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk  menghindari masuknya produk kosmetik secara ilegal.

" Kami terus berupaya dari segala lini. Bekerjasama dengan pemerintah daerah, aparat, pintu masuk diperketat, serta penegakkan hukum. Semoga tidak ada lagi produk illegal. Siapa saja yang berbuat curang bisa dikenai pasal 196 dan 197 Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 ," kata Roy.

 Roy berharap tahun baru nanti tidak ada lagi kasus curang atau mudahnya produk ilegal beredar di pasaran. " Semoga upaya kami semua bisa berjalan lancar. Di 2015 nanti semoga tidak ada lagi kosmetik illegal dan berbahaya," harap Roy. (Ism)

3 dari 4 halaman

Perhatikan Hal Ini Saat Membeli Kosmetik

Dream - Bagi perempuan membeli produk kecantikan sudah menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditinggalkan. Namun seringkali mereka tidak mengerti apa saja yang harus diperhatikan saat membeli produk kosmetik.

Menurut dokter kecantikan kulit dan kelamin dr. Sari Chairunnisa, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membeli kosmetik.

" Paling penting harus tahu tipe kulit kita apa sebelum memilih produk," ucap dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, dr. Sari Chairunnisa saat ditemui di Kawasan Sudirman, Jakarta Selatan.

Nisa menambahkan, lebih baik membeli kosmetik yang disesuaikan dengan kebutuhan kulit wajah. " Konsen kebutuhan kita apa misal kulit berminyak atau apa. Kita sesuaikan dengan kebutuhan," ujar Nisa.

Dokter Nisa juga menyarankan, sebagai konsumen kita harus kritis dalam memilih produk kosmetik yang akan dibeli.

" Pilih produk yang jelas dan ada nomor registrasi BPOM. Sebagai konsumen harus hati-hati dan kritis. Bedakan bahan yang berhaya atau tidak," kata dia.

(Laporan: Amrikh Palupi)

4 dari 4 halaman

Hati-hati! Ini Kosmetik Berbahaya Buatan Depok & Bekasi

Dream - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) merilis 30 merek kosmetik berbahan baku kimia berbahaya. Menurut Kepala BPOM Roy Sparringga, puluhan kosmetik berbahaya tersebut ditemukan selama rentang Oktober 2014 hingga September 2015.

" Kosmetik dengan bahan berbahaya ini berasal dari 13 jenis kosmetik produksi luar negeri dan 17 kosmetik produksi dalam negeri," ujarnya di Balai Kartini, Jakarta, Senin, 30 November 2015.

Dari temuan yang diperoleh BPOM, beberapa kosmetik berbahaya diketahui merupakan produk Tiongkok. Produk tersebut dilaporkan mengandung bahan berbahaya berjenis Rhodamine B (berkode merah K10).

Beberepa merek yang mengandung bahan tersebut, yaitu, MUKKA 12 colors eyeshadow 02,MUKKA Blush on 02MUKKA Blush on 03MUKKA 6 Colors Eyeshadow 01, MUKKA Blush On 01MUKKA Blush On 04MUKKA Lip Gloss 05MUKKA Lip Gloss 09MUKKA Eyepalette,MUKKA Lip Gloss 10MUKKA 6 Colors Eyeshadow 02, dan BEAUVRYS Color Cream 5.

Selain produk Tiongkok, BPOM juga menemukan beberapa pemulas bibir yang mengandung bahan pewarna merah K3. Beberapa produk lokal didapati berasal dari Depok dan mengandung bahan pigmen berbahaya ini.

Merek kosmetik berbahaya dari Depok tersebut adalah RENY Lipstick 02RENY Lipstick 03,RENY Lipstick 04RENY Lipstick 05RENY Lipstick 06RENY Lipstick 07RENY Lipstick 08,RENY Lipstick 09RENY Lipstick 10RENY Lipstick 11, dan RENY Lipstick 12.

Terakhir, BPOM melaporkan temuan produk yang berasal berasal dari Tangerang dan Bekasi seperti Avione Ls Excelent 793 Sun Kissed CoralAvione Lipstick Xp 313, dan Avione Glamour Lipstick Red River 202

Menurut BPOM, beberapa krim wajah pun didapati mengandung bahan berbahaya jenis asam retinoat dan merkuri. Krim bermerek dagang Dest Skin Cream Malam Gold dan Been Pink Whitening Night Cream masing-masing mengadung dua bahan bahaya tersebut.

Beri Komentar