9 Mitos Tentang Obat yang Masih Banyak Dipercaya

Reporter : Syahid Latif
Senin, 6 Juni 2016 06:28
9 Mitos Tentang Obat yang Masih Banyak Dipercaya
Beruntung seorang dokter Inggris bersedia meluangkan waktunya untuk meluruskan.

Dream - Ada banyak kesalahpahaman umum tentang obat resep. Dengan kekuatan ciral sosial media, kesalahan ini semakin menyebar dan kadang dianggap sebagai kebenaran.

Beruntung seorang dokter Inggris bersedia meluangkan waktunya untuk meluruskan. 

Dr Helen Webberley, seorang GP (dokter umum) di oxfordonlinepharmacy.co.uk, mengungkapkan beberapa kesalahpahaman umum tentang obat resep yang terjadi di masyarakat.

1. Mitos: Jangan mengikuti aturan tentang parasetamol terlalu serius

Penelitian terbaru menunjukkan hampir sebagian kecil orang dewasa minum parasetamol melebihi batas yang direkomendasikan dalam waktu 24 jam.

Meski petunjuk dosis maksimum hanya sebagai pedoman, tapi mengabaikan mereka bisa berakibat fatal. 

" Parasetamol bekerja paling baik dengan dosis yang tepat - yaitu dua tablet sekali minum untuk orang dewasa dengan maksimum delapan tablet per hari," kata Dr Webberley.

" Ada dosis maksimum yang jelas yang tidak boleh dilanggar atau Anda bisa overdosis."

Dan jangan mencoba untuk minum setengah dosis karena khasiatnya tidak akan bekerja.

2. Mitos: Vaksinasi flu membuat Anda tambah sakit

Setiap tahun, orang takut melakukan vaksinasi flu karena mereka percaya bahwa mereka akan menderita flu ringan tak lama setelah disuntik vaksin.

Namun dalam kenyataannya, vaksin tidak mengandung virus flu hidup, yang berarti tidak dapat masuk ke dalam sistem tubuh.

Sebaliknya, setiap nyeri atau gejala demam yang diderita setelah disuntik sebenarnya akibat tubuh bereaksi terhadap vaksin.

" Vaksin dirancang untuk menciptakan respon kekebalan terhadap bakteri atau virus tertentu sehingga jika orang itu pernah bertemu salinan hidup dari infeksi itu, antibodi sudah siap di tempat untuk melawannya," jelas Dr Webberley.

" Respon imun inilah yang menyebabkan gejala-gejala penyakit flu, seperti kelelahan, demam, sakit dan nyeri. Jadi Anda bereaksi terhadap vaksin daripada virus flu yang sebenarnya."

3. Mitos: Merek obat tertentu lebih efektif daripada yang generik

" Obat dengan nama merek tertentu harganya jauh lebih mahal daripada obat generik tapi sebenarnya keduanya mengandung bahan aktif yang persis sama," kata Dr Webberley.

" Kadang-kadang tampak bahwa obat generik mungkin tidak bekerja dengan baik. Tapi saya pikir ini lebih banyak karena efek plasebo. Sebagai dokter umum, kami harus menyadari biaya pengobatan bagi masyarakat dan menggunakan versi termurah tapi memiliki khasiat yang sama. Kita semua juga ingin tas desainer, tapi tas biasa juga bisa berfungsi dengan baik."

4. Mitos: Jangan peduli cara minum tablet.....

1 dari 2 halaman

Mitos Keliru Obat Tablet dan Vitamin

4. Mitos: Jangan peduli cara minum tablet

Mungkin banyak yang tak peduli cara minum obat dengan baik. Tetapi menelan obat tertentu tanpa air yang cukup akan benar-benar membuat obat berhenti bekerja secara efektif.

" Semua pil harus ditelan dengan banyak air agar bisa masuk ke dalam perut secepat mungkin. Itu memastikan obat dapat memulai proses penyerapan di tempat yang tepat dan tidak terjebak dalam tenggorokan," kata Dr Webberley.

Dr Webberley mengatakan juga sangat penting untuk membaca petunjuk cara meminum obat.

" Jika obat tersebut dirancang untuk diserap di perut, maka lebih baik diminum pada saat perut kosong. Namun, jika dari jenis yang mungkin akan mengiritasi lapisan lambung, maka harus dikonsumsi dengan makanan," katanya.

5. Mitos: Dokter tidak perlu tahu vitamin apa yang selama ini diminum

Vitamin begitu banyak jenisnya hingga kita cenderung menganggap mereka tidak berbahaya. Akibatnya, beberapa orang memilih tidak jujur terhadap dokter tentang vitamin yang pernah diminum. Padahal dengan melakukan hal itu, Anda telah membahayakan kesehatan Anda sendiri.

" Beberapa vitamin akan melawan efek obat-obatan tertentu, sehingga dokter perlu tahu persis apa yang Anda minum," tegas Dr Webberley.

" Salah contoh adalah bunga St John Wort (Hypericum performatum), yang mempengaruhi efektivitas pil kontrasepsi."

6. Mitos: Anda harus menyimpan obat di kamar mandi

Ide menyimpan obat di kamar mandi atau dekat wastafel ini mungkin terlihat bagus agar Anda selalu teringat untuk membawanya, namun yang demikian itu bisa merusak kandungan dan khasiatnya.

" Sekali lagi, ini adalah masalah membaca petunjuk tentang bagaimana obat-obatan harus disimpan," kata Dr Webberley.

" Beberapa obat harus disimpan di lemari es, beberapa lainnya dalam ruang gelap, sementara yang lainnya di lingkungan yang dingin. Jika tidak, obat-obatan itu dapat dipengaruhi oleh kondisi lembab atau cahaya."

 

2 dari 2 halaman

Mitos Obat Alami dan Penghilang Rasa Sakit

7. Mitos: Obat alami jauh lebih aman

Masyarakat modern sangat sadar dengan bahaya bahan kimia yang masuk ke dalam tubuh sehingga kata 'alami' terdengar seperti pilihan yang lebih masuk akal.

Sayangnya banyak obat-obatan alami (baca: herbal) tidak teruji secara klinis dan manfaatnya pada didasarkan pada bukti anekdot saja.

" Saya juga suka pengobatan diri sendiri dan meminta apoteker sebelum pergi ke GP, tetapi ada kalanya orang pasti harus minum obat seperti yang diarahkan oleh dokter mereka," kata Dr Webberley.

" Contoh yang baik adalah obat-obat untuk tekanan darah tinggi dan diabetes. Dengan segala cara mereka mengadopsi kebiasaan sehat untuk mengurangi efek dari masalah ini, tetapi jika dokter merekomendasikan obat, itu karena mereka telah terbukti memiliki manfaat, seperti hidup lebih lama!"

8. Mitos: Obat penghilang rasa sakit dapat menyasar bagian tertentu dari tubuh

Tahun lalu, pengadilan Australia memutuskan bahwa raksasa obat Reckitt Benckiser tidak boleh memasarkan Nurofen sebagai obat mengatasi nyeri punggung, nyeri datang bulan atau migrain secara terpisah.

Iklan Reckitt Benckiser dianggap menyesatkan karena semua tablet obat tersebut mengandung bahan aktif yang sama - ibuprofen lisin.

" Sebenarnya, obat penghilang rasa sakit tidak bisa menyasar bagian tubuh yang sakit. Beberapa obat penghilang rasa sakit sebenarnya obat anti-peradangan dan bagus untuk nyeri tulang dan otot. Tetapi secara umum obat penghilang rasa sakit bisa mengatasi semuanya," kata Dr Webberley.

" Sebelum membeli obat penghilang rasa sakit yang dirancang untuk menyembuhkan sakit tertentu, lihatlah bahan aktifnya. Mungkin jauh lebih murah dengan membeli yang merek generik."

Beri Komentar
Adu Akting dengan Betari Ayu, Alvin Faiz Ceritakan Respon Sang Istri