Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
(Foto: Ilustrasi/Shutterstock)
Dream - Gusi merah keunguan atau bahkan berdarah sering disepelekan. Padahal ini merupakan gejala awal periodontitis atau infeksi gusi yang dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan lunak dan tulang penyangga gigi.
Kondisi ini tentu tak boleh dianggap enteng dan harus segera diobati. Selain bisa menyebabkan gigi ngilu atau sensitif dan gigi tanggal, bakteri yang menginfeksi jaringan gusi bisa masuk ke aliran darah dan menyerang organ tubuh lainnya.
Jika ini terjadi, sejumlah penyakit turunan dialami penderita periodontitis. Tak tanggung-tanggung, penyakit kronis seperti gangguan pernafasan, stroke, bahkan jantung koroner bisa menyerang. Risiko terburuk menimbulkan kematian.
Selain itu, ibu hamil yang menderita periodontitis mempunyai risiko melahirkan prematur dengan berat badan bayi yang rendah. Jika dialami penderita diabetes, kondisinya akan semakin parah.
Sejatinya penyakit ini disebabkan karena kurangnya menjaga kesehatan mulut. Mulut yang kotor akan memicu penumpukan plak. Jika dibiarkan terus menerus, plak akan membentuk karang gigi yang menjadi sarang pertumbuhan bakteri.
Bakteri yang semula mengiritasi gigi dan akan mulai merusak gusi. Lambat laun, bakteri akan membentuk kantong-kantong gusi yang menyerang sampai jaringan di dalamnya.

Setelah sampai di kondisi ini, pasien periodontitis harus segera ke dokter gigi untuk mendapatkan pengobatan yang sesuai tingkat keparahan gusi.
Pengobatannya bisa mulai mengurangi kantong-kantong gusi, operasi cangkok jaringan lunak, hingga cangkok tulang untuk memperbaiki tulang di sekitar akar gigi yang rusak.
Sahabat Dream, cara terbaik untuk mencegah periodontitis adalah menjaga kebersihan rongga mulut. Menggosok gigi mutlak dilakukan agar terbebas dari bakteri jahat penyebab periodontitis.
Gosoklah gigi minimal setiap pagi dan sebelum tidur. Sisa makanan di sela-sela gigi perlu dibersihkan agar tidak menghasilkan plak. Untuk membersihkan gigi dengan sempurna, mencegah dan membantu mengatasi ngilu akibat gigi sensitive maupun periodontitis gunakan Enzim 40 Plus.

Pasta gigi ini dibuat tanpa detergen yang mengandung protein kompleks. Enzim 40 Plus bermanfaat mengembalikan kualitas air ludah dalam mengontrol keseimbangan bakteri rongga mulut sehingga dapat membantu mengatasi sariawan dan bau mulut serta mencegah kekambuhannya.
Di dalamnya mengandung amyloglucosidase, glucose oxidase, lactoperoxidase bermanfaat untuk mengembalikan kualitas air ludah agar dapat mengontrol keseimbangan bakteri di dalam rongga mulut.
Lysozyme dan lactoferrin bermanfaat untuk menangkal bakteri pathogen penyebab penyakit
Kandungan colostrum bermanfaat untuk membantu melembabkan mulut kering sedangkan Potassium Nitrate berfungsi untuk menghilangkan rasa ngilu pada gigi sensitif.
Mengandung silica yang dapat mengembalikan mineral gigi yang hilang sehingga tak terasa ngilu. Kandungan Zinc Gluconate bermanfaat untuk mengurangi bau mulut dan kandungan allantoin akan mempercepat penyembuhan luka di rongga mulut seperti sariawan, gusi berdarah.
Tunggu apalagi, rutinlah merawat kesehatan mulut dengan Enzim 40 Plus ketika terindikasi gigi ngilu dan mulut kering sebelum periodontitis menyerang gusimu.
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
