Derita Wanita Cantik dengan `Air Mata Darah`

Reporter : Sandy Mahaputra
Kamis, 21 Mei 2015 07:45
Derita Wanita Cantik dengan `Air Mata Darah`
Lidahnya juga sering mengeluarkan darah tiba-tiba. Dokter tidak tahu bagaimana mengobati kondisi yang aneh tersebut

Dream - Seorang wanita Hawaii didiagnosis dengan Gardner Diamond Syndrome pada 2008, yang menyebabkan memar muncul secara acak di tubuhnya. Kelainan ini dikaitkan dengan stres dan kecemasan.

Namun, dua tahun kemudian, wanita bernama Linnie Ikeda, 24, itu mulai mengalami pendarahan di mata dan lidahnya.

Dokter tidak tahu bagaimana mengobati kondisi yang aneh tersebut, AsianTown mengutip The Daily Mail, Kamis 21 Mei 2015.

" Ketika berdarah, mata dan lidah saya tidak sakit," kata Ikeda kepada Hawaii News Now.

" Saya merasakan tekanan pada mata saya. Setelah itu mata saya akan bengkak dan saat itulah saya tahu mata saya akan mengeluarkan darah."

Penyakit aneh ini dimulai dengan memar yang mulai bermunculan di lengan, punggung, dan dadanya. Ikeda mengatakan setiap memar-memar itu muncul, rasanya seperti palu memukul tulang. Banyak yang mengira Ikeda telah dianiaya saat melihat memar-memar tersebut.

Sayangnya, lidah Ikeda juga mulai membelah di tengah sehingga menyebabkan pendarahan selama berhari-hari.

" Saya telah menjalani 11 operasi untuk menyatukan dasar lidah dan memotong pembuluh darah. Saya juga menjalani 7 kali transfusi darah."

Setelah itu matanya juga ikut mulai berdarah, yang biasanya terjadi dalam semalam, mulai pukul 02:00-05:00.

Ibu Ikeda, Lisa Ikeda, mengatakan bahwa dia pergi ke kamar putrinya dan sangat terkejut menemukan wajah dan tempat tidurnya berlumuran darah.

" Saya kemudian tidur dengan dia dan hampir setiap jam, bangun untuk memeriksa keadaannya. Dan di sekitar jam-jam tersebut Ikeda mengalami pendarahan di lidah dan matanya."

Bahkan setelah mengunjungi 30 dokter, tidak ada kemajuan yang didapat Ikeda.

Sejak mengalami kondisi aneh tersebut, Ikeda selalu menulis di buku hariannya. Ikeda mengklaim dia hanya ingin menjadi normal.

Dia mencoba untuk mengatasi penyakit aneh itu dan belajar untuk hidup dengan kondisi tersebut. Kendati demikian, asisten dosen ini jarang membolos kerja.

" Banyak orang-orang yang akan berjuang untuk saya, percaya pada saya. Hal itu yang membuat saya bersemangat dan hidup setiap hari. Untuk melakukan yang terbaik yang saya bisa," katanya. (Ism) 

[crosslink_1]

1 dari 5 halaman

Kisah Nyeri Felinda, Si Cantik dengan Setumpuk Penyakit

Kisah Nyeri Felinda, Si Cantik dengan Setumpuk Penyakit

Dream - Wajahnya cantik dengan rambut sebahu yang terurai indah. Kakinya yang jenjang berpadu sempurna dengan high-heels yang dikenakannya.

Wanita bernama Felinda Soh itu memang cantik. Tapi itu hanyalah penampilan luarnya. Di dalam, Felinda merasakan sakit yang amat sangat.

" Saat ini, aku sakit, perutku terasa nyeri," kata wanita cantik berusia 37 tahun tersebut.

Felinda punya penyakit di bagian usus dan hatinya. Dia sudah tak ingat lagi berapa kali keluar masuk rumah sakit sejak masih remaja.

Felinda menderita hipotiroidisme, sebuah kelainan di mana kelenjar tiroid tidak cukup mampu menghasilkan hormon tiroid. Akibatnya, Felinda akan susah buang air besar.

Tidak hanya itu saja, Felinda juga menderita adhesi kolik, bentuk nyeri kronis yang disebabkan oleh pergerakan usus. Felinda juga punya benjolan di payudara yang sudah diangkat beberapa tahun yang lalu.

Dia sudah tidak memiliki kolon karena sudah diangkat pada 2008 setelah diserang penyakit radang usus.

" Aku sudah tidak bisa makan makanan yang mengandung serat. Jadi aku sudah tidak makan sayuran lagi. Jika nekat, aku akan terus-terusan muntah," katanya.

Penderitaan Felinda seakan tak berhenti di situ saja. Felinda memiliki penyakit langka von Willebrand, sebuah gangguan darah yang menyebabkan darahnya sulit membeku.

Penyakit langka tersebut diketahui Felinda lebih dari 10 tahun yang lalu. Akibatnya, selama ini dia harus melalui terapi pergantian darah dua kali seminggu.

Sebelumnya, Felinda menghabiskan dana hampir US$ 10.000 atau sekitar Rp 130 juta per bulan. Kini, setelah disubsidi medis, Felinda hanya perlu membayar US$ 3.000 atau sekitar Rp 39 juta saja.

" Jadi aku sudah tidak bisa memiliki anak," kata Felinda yang menikahi seorang manajer bisnis makanan.

Felinda mengatakan dia begitu tertekan tentang kondisi medis yang dialaminya sehingga pernah mencoba bunuh diri. Namun, dia teringat dengan nenek serta suaminya tercinta sehingga kini lebih fokus untuk menghargai hidup dan kehidupan.

2 dari 5 halaman

Sakit Luar Biasa Nyawa Dicabut dari Kaki Kanan

Sakit Luar Biasa Nyawa Dicabut dari Kaki Kanan"

Dream - Fakta mati suri mungkin tidak bisa diterima akal. Tetapi, hal itu ternyata pernah dialami banyak orang.

Salah satunya Azleni, wanita yang tinggal di Desa Pematang Duku, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Sempat dinyatakan meninggal dunia, Iin, begitu dia disapa ternyata mengalami mati suri selama dua jam.

Saat mati suri, Iin mengalami beberapa pengalaman. Dia merasakan arwahnya keluar dari tubuhnya. Dia merasakan nyawanya dicabut melalui kaki kanan oleh malaikat. Iin mengaku merasakan sakit yang luar biasa. (Semoga diampuni, klik DISINI)

Usai dicabut nyawanya, Iin kemudian dibawa ke suatu tempat oleh malaikat. Ia kemudian mengalami pelbagai peristiwa spiritual selama mati suri. Untuk mengetahui lebih dalam mengenai pengalaman Iin, silakan klik di sini.

3 dari 5 halaman

3 Tahun Kuasai Ranjang Rumah Sakit, Pria Dipaksa Keluar

3 Tahun Kuasai Ranjang Rumah Sakit, Pria Dipaksa Keluar

Dream - Seorang pria di Beijing dipaksa keluar dari ranjang rumah sakit pada Selasa kemarin, setelah ia tinggal di sana selama hampir tiga setengah tahun.

Dilaporkan Youth Daily, Kamis 12 Februari 2015, pria yang menolak untuk keluar dari rumah sakit itu bahkan merantai diri dia di tempat tidur.

Pria bermarga Chen itu mengalami kecelakaan mobil pada Agustus 2011 silam dan dikirim ke Rumah Sakit Jingmei untuk mendapat perawatan. Chen sempat keluar sebulan kemudian tapi harus masuk kembali pada Oktober karena ada pembengkakan di kakinya.

Setelah mendapat perawatan selama tiga bulan, dokter mengatakan Chen boleh pulang. Namun Chen bersikeras kakinya masih sakit hingga dia tidak bisa meluruskannya.

Pembengkakan pada kaki yang dialami Chen biasa terjadi saat seseorang terlalu lama berbaring di tempat tidur.

Meski dokter mengatakan Chen telah sembuh, pria 55 tahun itu terus mengatakan bahwa rumah sakit bertanggung jawab untuk merawatnya. Dia bahkan mengaku melewatkan pernikahan putranya saat berada di rumah sakit.

Beberapa kali Chen menerima peringatan untuk meninggalkan rumah sakit, tapi ia menolak. Akibatnya, Chen mendapat tagihan mencapai 2 juta yuan, kata seorang dokter bernama Zhang Jinying.

Meski demikian, pihak rumah sakit tak menerima sepeser pun dari Chen. Selama ini, baik Chen dan istrinya adalah pengangguran dan tidak punya sumber pendapatan yang lain.

Akhirnya, rumah sakit mengajukan kasus Chen ke pengadilan. Chen awalnya menolak bekerja sama, karena menurutnya rumah sakit telah memberinya laporan kesehatan palsu dan dia tidak percaya hukum.

Namun Chen akhirnya bersedia untuk menjalani tes kesehatan dan prosedur administratif lainnya. Dan nasibnya akhirnya diputuskan. Pengadilan memerintahkan Chen untuk keluar dari rumah sakit.

Saat polisi datang untuk mengawal proses keluarnya Chen dari rumah sakit, mereka mendapati pria tersebut merantai dirinya di tempat tidur.

Polisi terpaksa merusak gembok dan rantai yang dipakai Chen mengikat dirinya. Chen kemudian didorong dengan kursi roda keluar rumah sakit.

Ia dikirim ke rumahnya dengan pengawalan polisi sambil masih memakai piyama rumah sakit.

4 dari 5 halaman

Mengenal Penyakit yang Bikin Wajah Rano Karno `Meletot`

Mengenal Penyakit yang Bikin Wajah Rano Karno `Meletot`

Dream - Sudah hampir sepekan lebih, Pelaksana Tugas (plt) Gubernur Banten Rano Karno terserang virus Bell's Palsy, yang membuat mulutnya tampak tertarik ke bagian samping atas alias 'meletot.'

Nah, buat Anda yang mungkin belum mengetahui dan mengenal Bell’s Palsy, berikut ini adalah penjelasannya. Mulai dari gejala, komplikasi yang mungkin terjadi pada penderita Bell’s Palsy, serta penanganannya.

Dikutip Dream.co.id dari laman Ekahospital.com, Kamis 26 Februari 2015, Bell’s Palsy adalah penyakit saraf yang mengenai saraf fasialis (wajah), menyebabkan kelumpuhan otot-otot salah satu sisi wajah, sehingga wajah menjadi asimetris, karena salah satu sisi wajah tampak melorot/mencong.

Hanya salah satu sisi wajah penderita saja yang dapat tersenyum. Selain itu, hanya satu mata saja yang dapat menutup dengan sempurna.

Penyebab dari Bell’s Palsy belum diketahui secara pasti. Namun beberapa sumber menyebutkan penyebab Bell’s Palsy adalah proses peradangan saraf yang mengontrol otot-otot salah satu sisi wajah. Ada pula yang mengatakan kerusakan saraf ini merupakan akibat dari infeksi virus.

Bell’s Palsy dapat terjadi pada semua golongan usia, baik pria maupun wanita. Pada kebanyakan orang, kelumpuhan saraf tersebut bersifat sementara, yakni selama beberapa hari hingga beberapa minggu, serta dapat kembali pulih setelah kurang lebih 6 bulan.

Namun, ada juga beberapa kasus di mana kelumpuhan saraf wajah terjadi secara permanen seumur hidup.

Gejala Bell’s Palsy secara umum terjadi tiba-tiba, berupa kelumpuhan ringan sampai total pada salah satu sisi wajah. Kemudian sensitivitas terhadap suara akan meningkat pada sisi wajah yang terpengaruh.

Kadang timbul nyeri kepala, penurunan kemampuan indera pengecap pada sisi yang lumpuh, serta  penurunan jumlah air mata dan liur yang diproduksi pada sisi yang terkena.

Pertolongan medis diperlukan sesegera mungkin jika Anda mengalami kelumpuhan apapun, karena bisa saja yang terjadi adalah kasus stroke. Perlu diingat, Bell’s Palsy bukan disebabkan oleh stroke. Jadi segera mungkin periksa ke dokter.

Pasien juga disarankan melakukan pemeriksaan radiologi, seperti CT Scan atau MRI kepala untuk menyingkirkan penyebab kelumpuhan yang mungkin terjadi.

Penanganan yang biasa dilakukan adalah melalui obat-obatan dan fisioterapi. Meskipun bisa sembuh dalam kurun waktu tertentu, dengan bantuan obat dan fisioterapi diharapkan proses pemulihan dapat berlangsung lebih cepat. (Ism)

5 dari 5 halaman

Penyakit Aneh, Gadis Cantik Ini Makan Saat Tidur Lelap

Penyakit Aneh, Gadis Cantik Ini Makan Saat Tidur Lelap

Dream - Kate Archibald bertambah berat badannya secara misterius di tahun pertamanya di Universitas Aberdeen, Skotlandia.

Berat badannya mulai merangkak naik, dari langsing dengan ukuran baju 10 membengkak menjadi ukuran penuh 16.

Mahasiswi 20 tahun itu pun mulai dilanda kebingungan. Meski menikmati kehidupannya sebagai mahasiswa baru, Archibald mengatakan dia tidak bisa menjelaskan tentang kenaikan berat badannya yang drastis itu.

Tapi setelah bangun di suatu pagi, ia menemukan tempat tidurnya dipenuhi puluhan bungkus makanan. Ternyata dia baru sadar bahwa semalam dirinya makan sambil masih dalam kondisi tidur.

Setelah memeriksakan dirinya ke dokter, Archibald didiagnosis dengan kondisi medis yang disebut gangguan makan nokturnal.

Kondisi ini menyebabkan penderitanya berjalan sambil tidur sementara juga melakukan keinginan yang ada di alam sadar mereka.

" Kondisi tersebut bukan gangguan makan, tapi masuk kategori parasomnia yakni gangguan tidur yang terjadi ketika otak orang merespons atau terstimulasi saat fase rapid eye movement(REM)," kata Archibald mengutip dokter yang memeriksanya.

" Tubuhku dipaksa lapar dan ingin makan saat tengah malam, meski aku tidak ingin," tambahnya.

Untuk mencegah dirinya 'keluyuran' cari makan, Archibald sampai harus mengunci pintu kamar tidurnya. Namun itu tidak berhasil, karena dia tetap saja bergerilya cari makan meski dalam kondisi tidur.

Archibald yang tinggal di asrama universitas ini sering bertengkar dengan teman sekamarnya, karena isi kulkas selalu berkurang dan kamar mereka penuh sampah bekas bungkus makanan.

" Teman satu kamarku menganggap aku gila. Tapi aku selalu minta maaf dan terpaksa ke toko untuk mengganti makanannya."

Archibald pernah mendapat perawatan atas 'kelainan' tidur yang dialaminya itu. Saat itu dia diberi obat yang bisa benar-benar menghilangkan nafsu makannya yang besar.

Namun seiring pertumbuhannya, Archibald mulai berhenti minum obat tersebut sehingga sepertinya kini kambuh lagi.

Selama makan sambil tidur, Archibald sangat rakus terhadap makanan berkalori dan berlemak, termasuk keripik, cokelat dan kacang-kacangan - meskipun membenci rasanya.

Teman-teman Archibald pun merasa ngeri dengan apa yang dialami Archibald. Mereka tidak bisa membayangkan jika saat tengah malam, Archibald tidur sambil memasak.

" Kami tak ingin dia membakar asrama ini," kata Ellie Harding, salah satu teman Archibald.

(Ism, Sumber: Daily Mail)

Beri Komentar
Roger Danuarta Ogah Lihat Cut Meyriska Tampil Modis