Duh, Diabetes Banyak Menyerang Penduduk Perkotaan

Reporter :
Selasa, 27 Agustus 2019 12:36
Duh, Diabetes Banyak Menyerang Penduduk Perkotaan
Daerah perkotaan seperti di Jakarta masuk dalam wilayah rentan Diabetes.

Dream - Diabetes Melitus atau biabetes tipe 2 termasuk penyakit tidak menular yang pemicu utamanya adalah gaya hidup hidup tak sehat. Banyak menyerang kaum mudah perkotaan yang sibuk, kurang olahraga dan banyak mengonsumsi makanan tidak sehat.

Berdasarkan hasil riset kesehatan dasar (riskesdas) pada 2018 daerah perkotaan seperti di Jakarta masuk dalam wilayah rentan Diabetes. Prevalensi diabetes di Jakarta meningkat dari 2,5% di tahun 2013 menjadi 3,4% di tahun 2018.

Dari total jumlah penduduk Jakarta 10,5 juta jiwa, 250 ribu jiwa terdiagnosa terkena diabetes. Sedangkan menurut Diabetes Surveillance Data dari Dinas Kesehatan, 12,775 jiwa diketahui mengalami diabetes.

" Saat ini, masih banyak yang terlambat menyadari penyakit diabetes, bahkan 52 persen pasien diabetes sudah mengalami komplikasi saat terdiagnosa. Sedangkan hanya sekitar 30 persen pasien yang menjalani pengobatan dapat mencapai tingat HbA1c kurang dari 7% yaitu angka ideal dalam manajemen diabetes," kata dr. Em Yunir, Sp.PD ketua Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) Jaya di, Balai Kota DKI Jakarta, Senin 27 Agustus 2019.

1 dari 5 halaman

Kesadaran Publik

Hal tersebut dikarenakan kurangnya pengetahuan dan kesadaran publik mengenai penyakit diabetes. Sejak tahun 2014, University College London, Steno Diabetes Center Copenhagen, dan Novo Nordisk meluncurkan program Cities Changing Diabetes (CCD) untuk menguatkan perjuangan global melawan diabetes di perkotaan.

 Anak Juga Bisa Terkena Diabetes, Kenali Gejalanya

" Program Cities Changing Diabetes (CCD) bertujuan untuk memetakan masalah, berbagai solusi dan mendorong tindakan nyata untuk melawan munculnya diabetes dan obesitas di Jakarta," kata Morten, VP dan GM Novo Nordisk Indonesia.

Novo Nordisk menandatangani perjanjian kerja sama program Cities Changing Diabetes (CCD) di Jakarta dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, yang dilanjutkan dengan penandatanganan Joint Statement kedua pihak bersama-sama Kedutaan Besar Denmark, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dan Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI).

2 dari 5 halaman

Program CCD

Program ini bertujuan untuk mengurangi prevalensi diabetes di Jakarta melalui tiga elemen yang saling terkait. Yaitu memetakan masalah diabetes, mendorong tindakan nyata, dan berbagi solusi untuk menekan pertumbuhan diabetes, khususnya di daerah perkotaan.

 Level Gula Darah Naik Drastis, Kenali Gejalanya

Setahun setelah penandatanganan MoU tersebut, kemitraan ini telah berhasil menyelesaikan tahap pertama yaitu pemetaan, dan menemukan lima masalah pengelolaan diabetes di Jakarta.

Sebagai kelanjutan dari hasil pemetaan tersebut, Novo Nordisk akan bekerja sama dengan mitra dan beberapa pemangku kepentingan untuk mengidentifikasi solusi yang tepat dalam menangani diabetes di Jakarta.


Laporan Vika Novianti Umar

3 dari 5 halaman

Cari Tahu Perbedaan Diabetes Tipe 1 dan 2

Dream - Diabetes jadi salah satu penyakit yang menimbulkan komplikasi jangka panjang. Bukan hanya menyerang yang berusia senja tapi juga anak-anak.

Penyakit ini memang tak bisa disembuhkan, tapi sangat bisa dikontrol. Ada perbedaan penyakit yang disebabkan oleh diabetes. Perbedaan ini disebabkan oleh pinotype yang berbeda dari diabetes tipe 1 dan 2.

 Diabetes

" Penderita diabetes tipe 2 bisa memiliki faktor risiko jantung bahkan dari sebelum menderita diabetes," ujar Ketut Suastika, ahli endokrin yang juga Ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni) di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Diabetes tipe 2 dikenal sebagai penyebab kelainan lemak, obesitas, serta penyakit kardiovaskular seperti jantung dan stroke.

4 dari 5 halaman

Diabetes Tipe 2

Diabetes tipe 2 dikenal sebagai penyebab kelainan lemak, obesitas, serta penyakit kardiovaskular seperti jantung dan stroke.

 Tips Pola Makan untuk penderita Diabetes

Tipe ini umumnya dialami oleh orang dewasa. Namun tidak menutup kemungkinan diidap oleh remaja belasan tahun.

" Ada pasien saya paling muda usianya 13 tahun, karena tubuhnya sangat gemuk. Apalagi kalau sudah ada faktor genetik juga," tutur Ketut.

5 dari 5 halaman

Diabetes Tipe 1

Berbeda dengan tipe 2, diabetes tipe 1 bisa menyerang seseorang sejak lahir akibat faktor genetik. Tanda-tandanya pun sedikit berbeda dari tipe 2.

 Diabetes Tipe 1 dan 2 Itu Berbeda

" Presentasinya cukup kecil, di bawah 10 atau 5 persen. Biasanya tanda-tandanya tubuhnya kurus. Sedangkan tipe 2, ciri-cirinya bertubuh gemuk. Lalu, sering buang air kecil," ungkap Ketut.

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone