6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Ayam Goreng Tepung (Shutterstock)
Dream - Ayam goreng salah satu menu favorit banyak orang. Biasanya disajikan dengan bumbu kuning atau berlumur tepung gurih nan renyah.
Rasanya memang sangat nikmat, tapi pastikan Sahabat Dream tidak mengonsumsinya setiap hari.
Mengonsumsi ayam goreng setiap hari diklaim para peneliti bisa memperpendek umur, karena meningkatkan risiko diabetes, penyakit jantung dan obesitas.
Tim dari University of Iowa dan Washington University melakukan penelitian yang dipublikasi dalam jurnal medis, untuk mengetahui pengaruh kebiasaan mengonsumsi gorengan pada wanita pasca menopause.
Mereka menganalisis 100 ribu wanita berusia 50 serta 79 di tahun 1993 dan 1998 hingga 2017. Diketahui, lebih dari 9.000 di antaranya meninggal akibat penyakit jantung, lalu sebanyak 8.000 perempuan meninggal karena kanker dan sebab lain.
Tim meneliti seberapa sering para wanita itu mengonsumsi makanan yang digoreng seperti kentang, ayam dan ikan. Rupanya, mengonsumsi satu ayam goreng atau lebih setiap hari bisa meningkatkan potensi kematian sebesar 13 persen, dan penyakit kardiovaskular sebesar 12 persen.
Makan ikan goreng setiap hari bisa menyebabkan pengaruh buruk serupa, meningkatkan potensi kematian akibat berbagai penyakit sebesar 7 persen dan akibat penyakit jantung sebesar 13 persen.
Meskipun penelitiannya perlu ditelusuri lebih lanjut, tapi jumlah data yang dikumpulkan bisa menjamin validitas hasil penelitian ini.

" Kami sudah mengidentifikasi penyebab kematian akibat penyakit kardiovaskular yang disebabkan oleh gaya hidup dan konsumsi makanan. Mengurangi konsumsi makanan yang digoreng, bisa memberikan efek besar pada kesehatan," ungkap salah satu tim peneliti seperti dikutip dari Independent. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
