Langkah yang Harus Dilakukan Setelah Vaksinasi

Reporter : Dwi Ratih
Sabtu, 16 Januari 2021 17:15
Langkah yang Harus Dilakukan Setelah Vaksinasi
Dapat vaksin bukan berarti bisa 'keluyuran'.

Dream – Vaksinasi merupakan salah satu cara untuk memutus rantai penyebaran COVID-19. Namun yang perlu Sahabat Dream ketahui, dengan sekali suntik vaksin bukan berarti virus langsung hilang.

Vaksinasi dilakukan dua kali penyuntikan dengan jeda 14 hari antar penyuntikan pertama dan kedua.

Setelah vaksinasi baik pertama dan kedua, berikut beberapa hal yang perlu dilakukan.

Tetap di tempat vaksinasi setidaknya 30 menit usai penyuntikan

Hal ini diperuntukkan mengantisipasi terjadinya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Kemungkinan KIPI dapat terjadi setelah proses vaksinasi karena reaksi vaksin, kesalahan prosedur, hal yang sifatnya kebetulan, reaksi kecemasan, atau hubungan sebab-akibat yang tidak dapat ditentukan.

Apabila ada gejala yang muncul lebih dari 30 menit setelah vaksin, harus dilaporkan kemungkinan KIPI tersebut kepada pihak medis terdekat atau tempat pemberian vaksin, bisa juga dilaporkan secara mandiri melalu website.

1 dari 4 halaman

Setelah pulang vaksinasi

Suntik vaksin membantu tubuh kita menciptakan kekebalan tubuh dan sistem imun, tapi kenapa setelah suntik masih harus menjalankan protokol kesehatan?

Karena untuk mencapai proses kekebalan, membutuhkan waktu yang nggak sebentar.

Misalnya kamu disuntik pukul 09.00 pagi kemudian beberapa jam kemudian kamu kongko di tempat keramaian bersama teman tanpa menjalankan protokol kesehatan, resiko terkenan COVID-19 masih tinggi.

Perlu diketahui, penyuntikKan vaksin perlu dilakukan dua kali baik Sinovac, Pfizer, maupun Moderna.

Setiap penyuntikkan vaksin ini harus diberi jarak; Sinovac 14 hari, Pfizer 21 hari, dan Moderna 28 hari.

Oleh karena itu, selama belum menerima pemberian vaksin secara lengkap, maka belum bisa menuai manfaat penuh dari vaksin tersebut.

Menurut Kementerian Kesehatan Inggris, mejalankan protokol kesehatan penting untuk menghindari kemungkinan kita menularkan COVID-19 ke orang lain.

Selain itu, semua jenis vaksin COVID-19 saat ini, belum ada yang memiliki efikasi sebesar 100%, vaksinasi hanya mengurangi resiko mengalami infeksi yang berat.

Jadi harus tetap waspada terhadap penularan dan penyebaran COVID-19 di masa pandemi ini.

2 dari 4 halaman

Antisipasi efek samping

Ilustrasi© Shutterstock

Setelah vaksinasi, ada kemungkinan merasakan efek samping, berdasarkan uji klinis tahap III, vaksin Sinovac memicu efek samping ringan hingga sedang.

Efek samping ringan berupa nyeri, iritasi, atau bengkak di area bekas penyuntikan sedangkan efek samping sedang berupa nyeri otot, badan pegal-pegal dan demam.

Kemungkinan efek samping yang parah berupa diare, ruam kulit sampai sakit kepal bisa saja terjadi dengan presentase 0,1-1%, tapi efek yang disebut di atas tidak berbahaya dan dapat sembuh dengan sendirinya.

3 dari 4 halaman

Datang ke vaksinasi kedua

Ilustrasi© Shutterstock

Agar mendapatkan kekebalan secara maksimal jangan lupakan vaksinasi yang kedua.

Saat penyuntikkan pertama petugas medis akan menjadwalkan penyuntikkan kedua dan memberi kartu vaksinasi sebagai tanda telah menerima dosis pertama.

Apabila saat jadwal vaksinasi kedua kamu merasa tidak enak badan atau berhalangan hadir, segera beritahukan kepada petugas medis untuk memperoleh solusi terbaik.

(Laporan: Josephine Widya, Sumber: SehatQ)

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

4 dari 4 halaman

Vaksin Covid-19 Segera Disebarkan, Ini Wilayah Prioritas Penerimanya

Dream - Pemerintah pusat meyakini vaksin akan segera disebar luaskan ke seluruh Indonesia.  Ada beberapa kriteria wilayah yang masuk prioritas penerima vaksin Covid-19.

" Pemerintah pusat terus kordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan vaksinasinya dapat berjalan dengan lancar, secara umum kesiapan daerah sudah cukup baik," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito dalam siaran pers melalui channel YouTube Sekretariat Presiden, Kamis kemarin.

Nantinya vaksin akan disebarkan secara bertahap, dan yang utama menerima vaksin adalah wilayah yang tinggi dalam penyebaran virus corona.

" Akan diutamakan pada populasi dan wilayah yang beresiko tinggi terjadinya tingkat penularan yang tinggi," ucapnya.

Dia juga meyakinkan vaksin yang akan disebar sudah diuji klinis kelayakannya, dengan kandungan didalamnya yang halal dan tidak memiliki efek samping.

" Pemerintah juga memastikan vaksin yang digunakan aman, berhasiat, minim efek samping dan tentunya halal," imbuhnya.

Masyarakat diminta terus mematuhi peraturan pemerintah serta bersedia untuk divaksin. Karena bagi setiap orang yang menolak untuk divaksin akan dikenakan sanksi.

" Pada prinsipnya sanksi adalah kewenangan pemerintah daerah dan dapat diberikan agar masyarakat patuh dan juga ikut vaksinasi, sehingga herd imunity dicapai dengan mudah" .

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar