Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Shutterstock)
Dream - Sebentar lagi, Ramadan tiba. Bagi umat Muslim, yang sudah memenuhi syarat, wajib menjalankan puasa. Sebulan penuh.
Dan tahukah Anda, meski tak makan dan minum pada siang hari, ternyata puasa dipercaya mampu menjaga kesehatan tubuh --selain tentunya mendapat pahala.
Sudah banyak penelitian tentang manfaat puasa ini. Salah satunya hasil penelitian yang dilakukan sekelompok ahli nutrisi dari University of Southern California, Amerika Serikat.
Menurut guru besar Ilmu Biologi dan Penuaan universitas itu, Profesor Valter Longo, berpuasa bisa memberikan cukup waktu untuk membentuk sel baru yang mampu meningkatkan imunitas tubuh.
" Berita gembiranya, berpuasa dapat membuang sel-sel darah yang sudah rusak dan tua," kata Valter, dikutip Dream dari laman Malaysia News Hub, Rabu 17 Mei 2017.
Dalam laporan penelitiannya, para ilmuwan berkesimpulan bahwa berpuasa selama tiga hari dapat memperbaiki sistem kekebalan tubuh, terutama bagi pasien kanker yang menjalani kemoterapi.
Selain itu, berpuasa dapat memperbaiki ketahanan tubuh manula yang terus menurun karena faktor usia.
" Jika sistem sel tubuh Anda rusak parah akibat pengobatan kemoterapi atau melalui proses penuaan, dengan berpuasa ia mampu mengembalikan sel baru yang lebih baik," ucap Valter.
Puasa secara rutin juga dapat menambah sel darah putih dalam tubuh. Dengan meningkatnya sel darah putih dapat membantu memperbaiki sistem ketahanan tubuh seseorang.
Temuan terpenting para ilmuwan itu, puasa dapat menghindarkan seseorang pada risiko penyakit kanker dan tumor. Sebab, berpuasa dapat menurunkan enzim PKA, enzim pemicu kanker dan tumor.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya