Merasa Kembung Setelah Berhubungan Intim, Ternyata Ini Sebabnya

Reporter : Mutia Nugraheni
Kamis, 2 Desember 2021 08:12
Merasa Kembung Setelah Berhubungan Intim, Ternyata Ini Sebabnya
Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika keluhan kembung terus terjadi.

Dream – Sebagai suami istri, penting untuk melakukan hubungan intim secara rutin. Bukan hanya untuk meningkatkan kedekatan fisik dan emosi, tapi juga untuk kesehatan seksual.

Sayangnya, beberapa perempuan mengalami keluhan yang tak nyaman setelah berhubungan intim, seperti kembung. Keluhan ini jika muncul sesekali mungkin tak masalah, tapi bagaimana jika selalu terjadi? Tentunya sangat menganggu.

Bagi kamu yang kerap mengalami kembung parah setelah berhubungan intim, segera cari tahu sebabnya untuk mendapatkan solusi. Penyebanya bisa jadi empat hal ini.

Rahim Retrofleksi

Jika kamu memiliki rahim retrofleksi/ terbalik (rahim miring ke belakang), berhubungan intim dapat menyebabkan rahim bergerak dan melakukan kontak dengan organ lain di sekitarnya. Akibatnya, muncul rasa tak nyaman seperti kembung dan mungkin mengalami rasa sakit.

" Tanda-tanda rahim terbalik adalah nyeri saat berhubungan seks dan nyeri haid, tetapi seringkali tidak memiliki gejala," kata pakar kesehatan wanita Jennifer Wider, MD, dikutip dari PopSugar.

Untuk mengetahui apakah kamu memiliki rahim terbalik atau tidak butuh pemeriksaan dokter. Bila setelah berhubungan intim kerap mengalami nyeri dan kembung, segera konsultasi dengan dokter.

 

 

1 dari 5 halaman

Ketidakseimbangan bakteri

Penyebab potensial lain dari kembung setelah berhubungan seks adalah ketidakseimbangan atau pertumbuhan berlebih dari bakteri alami di vagina. Jenis infeksi menjengkelkan ini sering dipicu oleh air mani di vagina atau pelumas dengan bahan pemanis buatan.

Sakit perut© Shutterstock

Penting untuk menjaga keseimbangan bakteri pada area intim. Salah satu caranya rutin mengonsumsi makanan kaya probiotik. Seperti kimchi, asinan kubis, dan kombucha untuk menjaga bakteri vagina tetap sehat dan seimbang.

 

2 dari 5 halaman

Siklus Menstruasi

“ Seringkali, wanita akan mengalami kembung sebelum dan/atau saat menstruasi, jadi jika mereka melakukan hubungan intim mendekati siklus dalam sebulan, kemungkinan besar berperan,” kata Dr. Wider.

Hormon dapat menyebabkan banyak perubahan dalam tubuh kita ketika menstruasi. Mungkin itu sebabnya kamu mengalami kembung setelah berhubungan intim.

 

3 dari 5 halaman

Memiliki Masalah Pencernaan

Masalah yang lebih serius yang bisa menjadi penyebab di balik kembung yaitu melibatkan usus. Jika memiliki riwayat masalah pencernaan seperti irritable bowel syndrome (IBS), sembelit, dan gangguan pencernaan, dr. Wider mengatakan bahwa kamu mungkin rentan mengalami kembung setelah berhubungan seksual.

Ada juga gejala IBS lain yang harus diwaspadai seperti sembelit, kram, sakit perut, dan diare. Untuk membantu meringankan dan mengatasi kembung, dr. Wider merekomendasikan untuk menghindari makanan yang mengandung gas. Seperti kacang-kacangan sebelum melakukan hubungan seksual.

 

Laporan Siti Sarah Al Hafizd

4 dari 5 halaman

Selalu Ingat Saat Bersihkan Area Intim, Seka dari Depan ke Belakang

Dream - Menjaga kebersihan vagina sangat penting dilakukan sehari-hari. Salah satu yang harus selalu diingat adalah dengan memastikan kesehatannya dengan selalu menyeka dari depan ke belakang setelah buang air kecil.

Menyeka vagina dari depan ke belakang membantu wanita menjaga kesehatan liang sanggamanya. Menurut Tamika K. Cross, seorang ob-gyn bersertifikat yang berbasis di Houston, teknik menyeka atau membasuh vagina ini ada hubungannya dengan mencegah perpindahan bakteri yang hidup di saluran kemih, vagina, dan sekitar anus.

" Saya pikir penting untuk mengetahui bahwa kita semua memiliki bakteri di dalam tubuh kita," kata Cross dikutip Pop Sugar.

Cross mengungkap dalam tubuh manusia itu ada bakteri baik dan bakteri jahat. Bakteri yang hidup di vagina bukanlah bakteri yang sama yang ada di kandung kemih atau saluran kemih, dan itu bukan bakteri yang sama yang ada di rektum atau di sekitar anus.

 

5 dari 5 halaman

Saat wanita menyeka atau membasuh dari belakang ke depan maka akan sangat mungkin terjadi perpindahan bakteri yang berada di sekitar anus ke vagina atau uretra. Hal ini bisa memicu masalah infeksi vagina dan infeksi saluran kemih.

Area intim© Shutterstock

Inilah sebabnya mengapa menyeka vagina dari depan ke belakang wajib dilakukan. Penting juga untuk diingat bahwa vagina adalah organ yang bisa membersihkan diri. Itulah mengapa vagina sebenarnya tak membutuhkan sabun khusus atau disiram dengan antiseptik.

Laporan Melly Febrida/ Sumber: Liputan6.com

Beri Komentar