Paleo Diet Jadi Program Penurun Berat Badan Kontroversial

Reporter : Kusmiyati
Selasa, 11 Agustus 2015 16:00
Paleo Diet Jadi Program Penurun Berat Badan Kontroversial
Beberapa ahli menyatakan bahwa manusia telah beradaptasi dengan diet yang lebih luas termasuk biji-bijian, susu, dan kacang-kacangan. Sedangkan beberapa ahli lainnya mempertanyakan bukti logika.

Dream - Banyak cara dilakukan orang untuk membentuk tubuh langsing, selain dengan olahraga, diet pun dilakukan. Diet pun memiliki banyak jenis, salah satunya Caveman Diet atau disebut juga Paleolitik.

Paleo atau Caveman Diet bukan tanpa kontroversi. Beberapa ahli menyatakan bahwa manusia telah beradaptasi dengan diet yang lebih luas termasuk biji-bijian, susu, dan kacang-kacangan. Sedangkan beberapa ahli lainnya mempertanyakan bukti logika evolusi diet ini, meskipun biji-bijian dan susu tampaknya sehat.

Ilmu gizi mengungkapkan temuan barunya tentang makanan yang sehat dan beberapa ahli mengatakan yang perlu kita lakukan adalah makan seperti nenek moyang Zaman Batu untuk menjadi sehat.

Diet ini memiliki banyak nama di antaranya Caveman Diet, Paleolitik (Paleo Diet), stone Age, dan diet Warrior. Program ini didasarkan pada makan tanaman dan binatang liar mirip dengan yang dilakukan manusia gua sekitar 10.000 tahun yang lalu.

Tubuh pun secara genetik diprogram untuk makan seperti nenek moyang zaman paleolitik, dikutip Webmd, Selasa 11 Agustus 2015.

Diet ini dilakukan untuk menyeimbangkan asupan nutrisi dan mengurangi timbulnya penyakit kronis. Beberapa ahli mengatakan diet Paleo adalah diet sangat sehat. " Diet khas Barat ini bertanggung jawab untuk tingkat epidemi obesitas, penyakit jantung, diabetes , dan banyak lagi," ujar Profesor di Colorado State University dan penulis The Paleo Diet, Loren Cordain, PhD.

Diet ini didasarkan pada makanan yang bisa diburu dengan memancing seperti saat zaman paleolitik mengumpulkan makanan. Makanan tersebut di antaranya daging, ikan, kerang, telur, kacang-kacangan, sayuran, buah-buahan dan biji-bijian.

Pada diet ini, seseorang yang menjalankan akan melewatkan garam dan minuman apapun selain air, air kelapa atau teh hijau organik. Madu dan gula kelapa juga dikonsumsi namun dengan jumlah terbatas.

Beberapa ahli yang mendukung diet ini menyarankan makan makanan organik, ikan tangkapan liar, dan daging dari hewan yang makan rumput karena kualitas gizinya sama dengan yang diperoleh nenek moyang.

 

Beri Komentar