Perokok Pasif Lebih Berisiko Idap Sakit Jantung

Reporter : Ervina
Selasa, 16 Desember 2014 20:03
Perokok Pasif Lebih Berisiko Idap Sakit Jantung
Paparan asap tembakau meningkatkan risiko sebesar 25 hingga 30 persen penyakit jantung bagi perokok pasif.

Dream - Meskipun tidak langsung menghisap nikotin, ternyata seorang perokok pasif memiliki risiko yang lebih fatal dibandingkan perokok aktif. Seorang perokok pasif ternyata lebih berisiko besar mengalami kerusakan fungsi jantung dan paru-paru.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) seperti dilansir Everyday Health, paparan asap tembakau meningkatkan risiko sebesar 25 hingga 30 persen penyakit jantung bagi perokok pasif. Saat racun asap masuk ke organ tubuh dapat merusak lapisan pembuluh darah hingga terasa sempit dan kaku untuk peredaran darah.

Kondisi tersebut dapat berujung pada terjadinya serangan jantung karena adanya saluran yang menyumbat suplai darah ke otak. Mengingat kemampuan sel darah merah menyerap karbon monoksida sebagai hasil pembakaran tembakau membuat jantung bekerja lebih keras untuk menghasilkan oksigen.

Secara tidak langsung kondisi ini juga dapat berujung pada stroke. Asap rokok juga dapat meningkatkan trigliserida, sejenis lemak dalam darah hingga menurunkan kadar kolesterol baik (HDL) dan menaikkan kadar kolesterol jahat.

Bagi anda yang berada di lingkungan perokok aktif, sebaiknya usahakan untuk meminimalisir kemungkinan terpapar asap rokok dengan meminta mereka merokok di luar ruangan. Selain itu, hindari tempat umum seperti restoran yang memperbolehkan merokok di dalam ruangan.

Beri Komentar