Pilek dan Mimisan Bertahun-tahun, Saat Diperiksa...

Reporter : Ratih Wulan
Kamis, 2 November 2017 10:12
Pilek dan Mimisan Bertahun-tahun, Saat Diperiksa...
Pilek tak kunjung sembuh bertahun-tahun ternyata ada benda aneh di dalam hidungnya.

Dream - Pernah mengalami pilek atau mimisan yang tidak sembuh-sembuh? Pasti rasanya sangat menyiksa.

Apalagi saat ingin tidur, hidung terasa mampet dan membuat sulit bernapas. Itulah yang setiap saat dialami seorang wanita China berusia 57 tahun ini.

Wanita yang tidak disebutkan namanya itu mengalami pilek dan mimisan yang tidak sembuh-sembuh selama puluhan tahun. Namun penyebab pilek dan mimisannya ternyata bukan karena udara dingin atau virus.

Menurut laporan Livescience, dokter menjumpai satu gigi yang tumbuh di dalam rongga hidungnya. Dokter di Rumah Sakit Umum Provinsi Hunan pertama kali menemukan gigi itu saat memindai kepala wanita untuk mencari penyebab peradangan kronis pada hidung.

Namun, yang mereka lihat hanyalah semacam benda berbentuk bundar yang muncul di tengah rongga hidungnya. Ketika dokter mencoba untuk mengeluarkan benda itu, mereka menemukan bahwa itu adalah gigi ekstra, lengkap dengan akarnya.

Dokter harus mengupas beberapa lapisan membran pada hidung wanita itu untuk mengeluarkan gigi ekstra tersebut. Menurut sebuah penelitian 2011 yang diterbitkan dalam Journal of Conservative Dentistry, gigi ekstra atau lebih dikenal sebagai 'supernumerary' bisa muncul pada 4 persen populasi dunia.

livescience© dream.co.id

Gigi supernumerary ini seringkali muncul pada pria dibandingkan pada wanita, dan cenderung tumbuh pada maxilla, atau tulang rahang atas. Gigi ini cenderung tumbuh ke bawah, di samping gigi atas seseorang begitu gigi bayi mereka rontok.

Menurut sebuah kasus tahun 2012 yang diterbitkan di Contemporary Clinical Dentistry, terkadang bentuk gigi supernumerary 'terbalik'. Alih-alih tumbuh ke dalam mulut, mereka tumbuh ke atas dan menembus ke dalam rongga hidung.

Tapi gigi ekstra ini jarang tumbuh sampai ke rongga hidung, kata Dr. John Hellstein, seorang dokter gigi patologi oral di University of Iowa, yang tidak terlibat dalam kasus wanita tersebut, kepada Live Science pada tahun 2014.

Tidak jelas mengapa sebagian orang memiliki gigi ekstra ini. Namun para peneliti menduga hal itu terkait dengan genetika.

Menurut sebuah tinjauan ulang tahun 2014 di Journal of Clinical and Experimental Dentistry, bahkan ketika gigi ekstra tumbuh dalam arah yang 'benar', mereka dapat menyebabkan masalah pada proses pertumbuhan gigi biasa.

Gigi ekstra bisa menyebabkan gigi tidak sejajar, membuat gigi bertumpuk, dan bahkan menyebabkan kista pada gusi.

Tapi karena kasus ini sangat jarang terjadi, komunitas medis belum mencapai kesepakatan kapan waktu terbaik untuk mengeluarkan gigi ekstra sebelum mereka menembus jaringan kulit di hidung dan berpotensi menimbulkan masalah. (ism)

Beri Komentar