Produksi Keringat Dirasa Berlebihan, Bisa Jadi Hiperhidrosis

Reporter : Mutia Nugraheni
Senin, 13 September 2021 18:48
Produksi Keringat Dirasa Berlebihan, Bisa Jadi Hiperhidrosis
Pada beberapa kasus, kelenjar memproduksi keringat secara berlebihan dan menganggu.

Dream – Kita semua berkeringat dan itu adalah hal yang wajar. Tubuh memproduksi keringat untuk membantu mengatur suhu tubuh. Dengan kata lain, keringat disebabkan oleh perubahan suhu tubuh, suhu luar, atau keadaan emosional.

Keadaan ini dijelaskan oleh dokter kulit Corey L. Hartman, MD, pendiri dan direktur medis Skin Wellness Dermatology di Birmingham, Alabama.

“ Ketika suhu tubuh naik karena lingkungan yang hangat atau aktivitas fisik, sistem saraf otonom akan memberi sinyal kelenjar keringat ekrin,” kata dr. Hadley King, MD.

Kelenjar tersebut terletak di seluruh kulit namun terkonsentrasi di telapak tangan, telapak kaki, dahi, dan ketiak. Saat keringat diproduksi artinya hal ini mendorong hilangnya panas melalui penguapan.

Jika tidak berkeringat, tubuh tidak dapat mendinginkannya sendiri. Akhirnya, menempatkan seseorang dalam bahaya kepanasan atau yang lebih buruk lagi sengatan panas. Terkadang, keringat yang dikeluarkan tubuh bisa jadi berlebihan.

 

1 dari 6 halaman

Apa yang menyebabkan keringat berlebih?

Dikutip dari Real Simple, ada dua jawaban yakni genetika dan lingkungan. Genetika menentukan jumlah kelenjar keringat. Biasanya orang memiliki antara 2 hingga 5 juta kelenjar keringat.

Ilustrasi Berkeringat Berlebihan© Foto. freepik

Dalam faktor lingkungan, banyak ahli biologi percaya bahwa saat balita kelenjar keringat menjadi aktif sepenuhnya. Tubuh belajar tentang lingkungan tempat tanggal dan memodulasi aktivitas kelenjar keringat.

 

 

2 dari 6 halaman

Apa itu keringat berlebih atau hiperhidrosis?

Berkeringat merupakan fungsi tubuh yang penting. Beberapa orang diketahui berkeringat setidaknya satu liter per hari tergantung aktivitas mereka. Namun, saat seseorang mengeluarkan banyak keringat dan tidak terkait panas atau olahraga, maka fenomena ini disebut hyperhidrosis. Tentu saja hal ini menjadi masalah.

“ Hiperhidrosis atau keringat berlebih adalah kondisi medis di mana kelenjar keringat dipicu oleh saraf, menghasilkan terlalu banyak keringat,” ujar Corey L. Hartman, MD, spesialis kulit dan pendiri Skin Wellness Dermatology di Birmingham, Inggris.

Ada dua jenis yakni hiperhidrosis fokal primer dan hyperhidrosis umum sekunder. Menurut dr. Hartman, hiperhidrosis fokal primer biasanya terjadi di ketiak, tangan, dan kaki. Kondisi ini dialami oleh lebih dari 15 juta orang di Amerika Serikat dan dianggap memalukan serta mengganggu aktivitas sehari-hari seperti kesulitan memegang pena.

Keringat berlebihan juga dapat merusak psikologis seseorang daripada fisik, tambah dr. Hartman. Sebuah studi dalam jurnal Health and Quality of Life Outcomes mengungkapkan, hyperhidrosis dapat mempengaruhi kesejahteraan psikologis, kehidupan sosial, dan kehidupan profesional seseorang.

Terlebih, dalam penelitian Journal of American Academy of Dermatology, ditemukan hubungan antara kecemasan dan depresi terhadap hiperhidrosis. Orang dengan keringat berlebih akan lebih mengalami kedua kondisi kesehatan mental ini.

Di sisi lain, hyperhidrosis umum sekunder dapat dikaitkan dengan kondisi kesehatan yang lebih serius seperti diabetes, gagal jantung, atau tiroid yang terlalu aktif. Keringat berlebihan juga bisa menjadi efek samping obat-obatan tertentu seperti opioid, migrain, penyakit Parkinson, dan kanker payudara.

 

3 dari 6 halaman

Apa yang harus dilakukan jika mengalami kelebihan keringat?

Hiperhidrosis menyebabkan orang berkeringat hingga lima kali lebih banyak dari kadar normal. Kondisi ini tidak dapat disembuhkan namun ada banyak cara untuk membantu mengelola keringat berlebih bisa melalui topikal, obat oral, atau suntikan. Misalnya, mengganti deodoran dengan antiperspirant.

Ketahui 6 Manfaat Deodoran Selain Mengatasi Bau Ketiak© MEN

Antiperspirant yang dijual bebas mengandung aluminium yang menghalangi kelenjar keringat sehingga kemudian mengurangi keringat. Pilihan suntuk botox juga bisa jadi pilihan jika keringat yang muncul sudah sangat menganggu aktivitas sehari-hari.

Menurut International Hyperhidrosis Society, suntikan botox di area ketika telah disetujui oleh FDA untuk orang berusia 18 tahun ke atas. Botox dapat mengurangi keringat berlebih hingga 87% dengan efek yang berlangsung selama empat hingga dua belas bulan.


Laporan Elyzabeth Yulivia

4 dari 6 halaman

4 Tips Mengatasi Kaki yang Bau dan Berkeringat

Dream - Jika tubuhmu lebih rentan berkeringat dan lembap, kemungkinan besar kamu mengalami hiperhidrosis.

Hal ini sangat umum terjadi dan disebabkan oleh faktor genetik. Hiperhidrosis bisa dialami di berbagai bagian tubuh, termasuk kaki.

Sehingga, kakimu akan lebih cepat berkeringat dan menimbulkan bau. Untuk mengatasi kaki berkeringat dan bau, kamu bisa melakukan tips yang dilansir dari Sehatq.com berikut ini.

1. Mencuci kaki

Mencuci Kaki© Shutterstock.com

Mencuci kaki secara menyeluruh bisa menghilangkan bakteri dan keringat dan membuat kedua kakimu lebih sejuk. Kamu bisa memakai sabun antijamur atau essential oil antimikroba seperti tea tree oil maupun kayu putih.

 

 

5 dari 6 halaman

2. Merendam kaki dengan teh hitam

Merendam Kaki© Shutterstock.com

Teh hitam mengandung tanin yang dapat mengecilkan pori-pori di kaki. Sehingga, kakimu tidak akan mudah berkeringat. Seduh 2 kantung teh hitam dengan air hangat dalam baskom. Lalu, rendam kaki selama 20 menit.

3. Memakai body lotion antiperspirant

Memakai Body Lotion© Shutterstock.com

Produk antiperspirant dibuat untuk mengurangi produksi keringat dan mencegah bau tidak sedap pada tubuh

Gunakan body lotion ini sebelum tidur dan bersihkan ketika bangun pagi. Ini akan membuat produk tersebut lebih mudah meresap ke dalam kulit.

6 dari 6 halaman

4. Memakai kaus kaki yang tepat

Memakai Kaus Kaki© Pexels.com

Gunakan kaus kaki berbahan katuh yang dapat menyerap keringat dan mencegah kelembapan berlebih.

Hindari kaus kaki berbahan nilon dan gantilah kaus kakimu setiap hari agar terhindar dari bakteri maupun jamur.

(Sumber: Sehatq.com)

Beri Komentar