Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Kebiasaan menggunakan dan menyimpan ponsel saat hendak bergegas tidur ternyata menyimpan pengaruh yang membahayakan. Namun seberapa bahayakah menyimpan ponsel di kamar atau tepatnya di bawah bantal?
Tanpa disadari mungkin anda adalah salah satu dari sekian banyak orang yang terbiasa meletakkan ponsel di bawah bantal. Sebuah studi menunjukkan hal tersebut sangat berbahaya, karena pengaruh radiasi yang dihasilkan dapat memicu kanker otak.
Bahaya yang ditimbulkan tidak jauh berbeda dengan meletakkan ponsel di saku celana. Dalam waktu yang relatif lama, kebiasaan meletakkan ponsel di bawah bantal dapat menyebabkan sakit kepala, nyeri otot, hingga kanker dan tumor otak.
Adanya hubungan antara jarak meletakkan ponsel dengan pemicu kanker ternyata tidak terlepas dari pengaruh sistem saraf pusat yang terganggu. Saat anda meletakkan di bawah bantal, posisi otak berada tepat di atas bantal dan sangat berpotensi menderita keluhan di bagian kepala dalam waktu panjang.
Jika anda memang perlu menggunakan fitur alarm pada ponsel, mungkin sebaiknya anda menggantinya dengan jam alarm biasa. Atau jika memang harus membawa ponsel ke kamar, jauhkan dari jangkauan tubuh dan usahakan untuk mengubahnya ke dalam modus pesawat terbang.
Dengan begitu, ponsel tidak akan mencari sinyal dan resiko terkena paparan radiasi pun semakin kecil. Saat ada telepon yang harus dijawab ketika anda sudah dikamar, usahakan untuk menggunakan speakerphone atau headset.
(Sumber : dailymail.co.uk)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya