Sering Menahan Buang Air Besar Berisiko Kematian

Reporter : Kusmiyati
Selasa, 24 November 2015 15:28
Sering Menahan Buang Air Besar Berisiko Kematian
Kebiasaan menahan buang air besar dapat menyebabkan feses mengeras. Menumpuknya feses di dalam usus dapat memicu sembelit dan berisiko penyakit serius seperti masalah jantung bahkan kematian.

Dream - Rasa tidak nyaman di toilet umum mungkin menjadi salah satu alasan seseorang menahan buang air besar, walaupun perut sudah terasa mulas.

Padahal hal ini menurut Kyle Staller, gastroenterologist di Rumah Sakit Umum Massachusetts, Boston, Amerika Serikat dapat menyebabkan gangguan kesehatan serius.

Kyle mengatakan, jika hal ini sering dilakukan maka dapat menyebabkan feses mengeras. Menumpuknya feses di dalam usus dapat memicu sembelit.

Bahayanya lagi, berisiko penyakit serius seperti masalah jantung, kram bahkan bisa saja menyebabkan kematian.

Dikutip Prevention, Selasa 24 November 2015 sebaiknya mulailah untuk tidak melakukan kebiasaan menahan buang air besar. Kyle menambahkan normalnya orang buang air besar minimal 3 kali dalam seminggu. (Ism) 

1 dari 5 halaman

Jangan Mandi di Tiga Waktu Ini, Bisa Buat Kamu Mati Mendadak!

Dream - Terkait kebiasaan mandi, setiap orang memiliki waktu dan frekuensi mandi berbeda. Namun menurut Rasulullah SAW, mandi yang tepat sebanyak di waktu subuh atau sebelum subuh.

Karena pada saat itu air mengandung ozon lebih tinggi, sehingga sangat baik untuk tubuh dan bisa membuat Anda awet muda, serta meningkatkan daya tahan tubuh.

Sebaliknya, ada tiga waktu yang seharusnya tidak boleh kamu lakukan untuk mandi. Apa saja?

1. Jangan Mandi 30 Menit Setelah Salat Ashar

Di waktu itu kondisi darah dalam tubuh sedang panas, jika Anda mandi pada saat itu maka tubuh akan terasa lemah dan letih. Jadi kurangi mandi pada waktu ini jika ingin tetap sehat.

2. Jangan Mandi Setelah Magrib

Lebih baik pada waktu ini Anda disarankan tidak mandi lagi. Sebab pada pukul 18.00-19.00 kondisi jantung melemah sehingga jika Anda masih melakukan mandi akan sangat bahaya bagi kesehatan tubuh. Penyakit paru-paru basah pun akan menyerang tubuh anda.

3. Sesudah Isya hingga jam 12 malam

Di waktu ini seharusnya tubuh istirahat dan jantung tidak siap menerima siraman air pada jam tersebut. Bukan hanya itu penyakit rematik pun akan menyerang tubuh kamu kapan saja.

2 dari 5 halaman

Bahaya Santap Nasi Goreng Campur Ketimun

Dream - Mungkin banyak yang setuju jika ketimun menjadi pasangan yang pas melengkapi santapan nasi goreng. Namun ternyata hal ini berdampak kurang baik untuk kesehatan jika minyak yang digunakan berkualitas buruk.

Peneliti dari University of the Basque Country mengatakan, jika memasak nasi dengan minyak yang dipakai berulang kali maka mengakibatkan proses kimiawi dan menghasilkan zat aldehid.

Zat ini yang menjadi pemicu kehadiran penyakit neurodegenerative dan beberapa jenis kanker mematikan lainnya diantaranya alzheimer, parkinson dan penyakit lainnya yang berhubungan dengan kerusakan saraf.

Dan jika minyak bekas tersebut digabung dengan kandungan air atau getah yang ada pada ketimun, maka dapat menyebabkan radang pada tenggorokan.

Lebih berbahayanya lagi dapat mengakibatkan kanker kelenjar tiroid. Peneliti menganjurkan untuk selalu menggunakan minyak berkualitas dan selalu memilih tempat makan yang mementingkan kebersihan. (Ism) 

3 dari 5 halaman

Hati-hati! Bahaya Mengintai Pengguna 4 Alas Kaki Favorit ini

Dream - Setiap wanita memiliki alas kaki favorit mulai dari sandal jepit, sneakersflat shoeshingga wedges. Tidak sedikit yang berpikir alas kaki favorit mereka itu dapat meningkatkan kepercayaan dirinya.

Namun tahukah Anda, sebuah bahaya mengintai dibalik alas kaki favorit itu. Tak jarang keluhan ini berlanjut pada gangguan kesehatan.

Dikutip Time of India, Selasa 24 November 2015 dokter pengobatan Podiatric dan operasi, Neal Blitz, Kepala Bedah Kaki yang juga Ketua Assosiasi Ortopedi di Rumah Sakit Bronx-Libanon, Jacqueline Sutera menjelaskan setiap alas kaki memiliki bahaya yang berbeda.

1. Sandal Jepit

Terlalu sering mengenakan alas kaki datar dapat memaksa otot-otok kaki sehingga menyebabkan peradangan, nyeri tumit dan patah tulang.

2. Sneakers

Terlalu banyak bantalan ternyata bukanlah hal baik untuk kesehatan, karena kaki tidak mendapatkan umpan balik antara kaki dan otot.

Sepatu jenis ini hanya cocok untuk berolahraga seperti berlari, berjalan dan jogging. Namun tidak disarankan untuk menjadikannya alas kaki yang terlalu sering dikenakan.

Hal ini dapat menyebabkan cedera stres kronis kaki terutama pada tumit.

3. Stiletto

Memakai sepatu hak tinggi selama berjam-jam menggeser berat badan ke bola kaki. Hal ini membuat tekanan semakin berat pada kaki.

Tumit yang posisinya lebih tinggi dapat menyebabkan keseleo pergelangan kaki, patah tulang midfoot bahkan neuromas (tumor jinak saraf).

4. Wedges

Jika terlalu rutin mengenakan wedges maka tumit akan menekan kaki. Walaupun memiliki bantalan yang melindungi pergelangan kaki tetapi bisa mengakibatkan tumit menjadi sakit.

4 dari 5 halaman

Bahaya Pinjamkan Gunting Kuku ke Orang Lain

Dream - Meminjamkan gunting kuku ke keluarga atau kuku sepertinya masih sering dilakukan tidak sedikit orang. Hal yang terdengar sepele ini ternyata berdampak buruk untuk kesehatan.

Selain memicu infeksi, juga menularkan jamur kuku (Onikomikosis). Ada 3 tanda khusus jamur kuku, seperti perubahan warna kuku menjadi putih kekuningan, kuku menebal, dan kuku mudah patah, pecah, retak.

Direktur Klinik Medivit, dr Margareta Indah Maharani, SpKK mengatakan, sebaiknya gunting kuku hanya untuk pribadi bukan untuk berbagi.

" Meminjamkan gunting kuku ke orang lain salah satu cara menjaga kebersihan diri. Begitu juga saat berada di luar seperti di salon, sebaiknya bawa sendiri peralatannya. Karena kita tidak tahu kebersihan peralatan ini bagaimana," tuturnya. 

Menjaga kebersihan peralatan kuku diakui Margareta, sangatlah penting untuk menghindari penularan spora jamur yang mungkin saja menempel pada kikirnya.

" Walaupun sudah 100 persen dibersihkan, kita tidak tahu spora kuku itu masih menempel atau tidak kalau dilihat kasat mata. Kuku menjadi bagian estetika tubuh yang tidak terpisahkan dari keseluruhan penampilan jadi perlu dijaga," paparnya.

Selain jamur, bergantian menggunakan gunting kuku berisiko hepatitis C. Pakar penyakit hati FKUI/RSCM dr Rino A Gani, Sp PD-KGEH mengatakan semua alat yang sifatnya mampu melukai dapat menjadi sarana penularan bila dipakai bergantian. Alat-alat tersebut diantaranya gunting kuku, alat facial dan cukur.

" Sebaiknya tidak menggunakan alat-alat tersebut bergantian karena kita tidak pernah tahu bila orang yang memakai alat-alat itu menderita hepatitis C," ujar Rino. (Ism) 

5 dari 5 halaman

Menonton Televisi Lebih dari Empat Jam Berisiko Kematian

Dream - Tidak sedikit yang memilih televisi sebegai sarana hiburan saat libur di rumah. Namun ternyata menurut studi terlalu sering menonton televisi menjadi salah satu penyebab kematian.

Studi di Amerika serikat yang dikutip American Journal of Preventive Medicine, Jumat 20 November 2015 menuliskan, 80 persen orang dewasa di Amerika Serikat menonton TV selama sekitar tiga setengah jam per hari, atau lebih dari setengah dari waktu luang mereka.

" Kita tahu bahwa menonton televisi adalah perilaku paling umum dalam menghabiskan waktu luang. Kami memakai itu sebagai indikator aktivitas fisik secara keseluruhan," kata penulis studi Sarah Keadle, dari US National Cancer Institute.

Para ilmuwan meneliti lebih dari 221.000 orang berusia 50 hingga 71 tahun, yang tidak memiliki penyakit akut selama hampir 15 tahun. Para relawan itu pun dimonitor hingga meninggal dunia.

Diketahui semakin lama seseorang menonton TV setiap harinya maka semakin besar risiko kematian. Hal ini bisa dikarenakan penyakit jantung, kanker, diabetes, pneumonia, penyakit liver dan penyakit parkinson.

Risiko kematian akan meningkat 47 persen saat seseorang menonton televisi lebih dari tujuh jam perhari. Sementara untuk yang menonton tiga hingga empat jam maka risiko kematiannya sebesar 15 persen.

Dalam studi ini peneliti juga memperhitungkan faktor-faktor lain seperti merokok, minum alkohol, asupan kalori berlebih dan masalah kesehatan lainnya.

" Meskipun olahraga tidak sepenuhnya menghilangkan risiko yang terkait dengan menonton televisi berkepanjangan. Bagi mereka yang ingin mengurangi waktu menonton televisi dianjurkan untuk menjalani program olahraga teratur sebagai aktivitas pengganti," kata Keadle. (Ism) 

Beri Komentar