Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Beth Goodier (Foto Daily Mail)
Dream - Beth Goodier (22), perempuan cantik asal Inggris ini memiliki kehidupan layaknya cerita dongeng Putri Tidur. Ia memiliki kelainan Kleine Levin Syndrome (KLS) atau yang lebih dikenal dengan Sleeping Beauty Syndrome. Kondisi tersebut membuatnya tertidur dalam waktu cukup lama dan kehilangan kehidupan sosial.
Kelainan ini terlihat sejak November 2011. Saat itu Beth berulang tahun ke-17, bukannya berpesta untuk merayakan, ia malah tertidur selama 22 jam. Beth terbangun hanya untuk makan, minum dan ke toilet, lalu kemudian tertidur lagi. Hal ini terus menerus terjadi selama 6 bulan berikutnya.
Janine, ibunda Beth, mengatakan bahwa selama lima tahun terakhir 75 persen keseharian putrinya dihabiskan untuk tidur. Beth menghabiskan hidupnya di tempat tidur atau sofa dengan memakai piyama.
Sesekali Beth terbangun saat orangtuanya akan membawa ke dokter. Namun, itu pun harus dengan kursi roda karena Beth tidak dapat berjalan terlalu lama.
"Keadaan ini berlangsung siang maupun malam. Jika sedang terbangun, Beth harus cepat menjalankan kehidupannya lagi, seperti mengejar ketertinggalannya di sekolah atau bermain bersama teman-teman. Tidak ada yang tahu kapan Beth akan tertidur lagi," tutur Janine.
© Dream
Janine menambahkan, biasanya Beth memiliki waktu setidaknya dua minggu, sebelum akhirnya ia tertidur lagi. Beth pertama kali merasakan lelah yang amat sangat ketika berusia 16 tahun. Kala itu, Janine mengganggap sebagai seuatu yang normal dialami remaja.
Namun, suatu malam, Beth tertidur di sofa dan tidak bangun lagi. Bahkan ketika Janine mencoba membangunkannya, Beth hanya mengoceh seperti anak berusia 5 tahun.
Janine pun segera membawa Beth ke rumah sakit karena mengira putrinya mengidap tumor otak atau pendarahan. Setelah diperiksa, hasilnya tidak menunjukkan demikian.
Sebelum dinyatakan mengidap Sleeping Beauty Syndrome, kondisi Beth sempat membuat dokter dan staf rumah sakit kebingungan karena kondisi ini tergolong langka.
© Dream
Beth adalah satu dari seratus kaum muda di Inggris yang mengidap Sleeping Beauty Syndrome. SBS bisa terjadi pada rentang usia mulai dari 16 tahun dan dapat berlangsung hingga 13 tahun.
Para peneliti percaya bahwa Sleeping Beauty Syndrome awalnya karena peradangan otak sehingga merusak thalamus dan hipotalamus, daerah yang mengatur pola tidur dan kerja
sensorik.
Janine mengatakan bahwa hal yang paling mengerikan dari apa yang dialami putrinya adalah ketika ia bangun. Beth ternyata tidak mengingat apa pun.
"Ketika bangun, ia menjadi gelisah dan bahkan tidak tahu sedang berada di mana," katanya.
Dr. Guy Leschziner, seorang konsultan ahli saraf di Guy and St Thomas NHS Trust, mengatakan bahwa pasien yang mengidap Sleeping Beauty Syndrome makin meningkat.
"Saat ini, sleeping beauty syndrome dianggap sebagai kasus kejiwaan karena penyakit ini muncul akibat adanya gangguan bipolar," katanya.
(Sumber: Daily Mail)
Laporan: Nanda Febriani
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


Penelitian Ungkap Protein Bisa Bantu Membersihkan Sisa Sel dan Kurangi Tanda Peradangan

Mengapa Tempat Sepi seperti Lorong Kosong Bisa Terasa Menyeramkan? Ini Penjelasan Psikologinya


Bagaimana Harga Emas Ditentukan? Apakah Harganya Sama di Seluruh Dunia?

WNI Diduga Tewas saat Jadi Tentara Rusia, Apakah Kewarganegaraan Indonesia Bisa Hilang?

JKT48 dan Bernadya Tampil di AXIS Nation Cup 2026, Bikin Grand Final Makin Meriah!

Kadar Oksigen di Laut, Sungai, dan Danau Terus Menurun, Ilmuwan Peringatkan Ancaman bagi Kehidupan