Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Anak Bermain
Dream - Bermain bersama teman-teman seusia adalah hal penting bagi balita untuk mengenal konsep bersosialisasi. Anak akan belajar mengenal nama teman, berbagi mainan, memperkenalkan diri hingga mengatasi masalah.
Dengan pertemanan, anak juga akan belajar banyak kosakata baru. Sangat dianjurkan pada anak yang kemampuan bicaranya belum berkembang pesat.
Pada awal perkenalan, anak biasanya akan merasa aneh atau malu. Tapi jangan langsung menyerah Bunda. Buatlah si kecil merasa nyaman dulu dengan lingkungan barunya, selanjutnya perkenalkan dia perlahan-lahan dengan teman-teman seusianya.
Kemampuan bersosialisasi ini penting untuk diajarkan sejak dini agar si kecil tak lagi canggung saat masuk sekolah.
Sahabat Dream bisa memulainya dengan mengajarkan anak memperkenalkan diri. Misalnya, " Hallo nama aku Rara, nama kamu siapa?" , atau mengajarkannya untuk mengajak bermain, " Rara suka banget main pasir, kamu mau main pasir juga, gak?" .
Setelah anak bisa memperkenalkan diri, cobalah untuk merencanakan pertemuan dengan teman-teman Anda yang mempunyai balita .
Sebelum bertemu dengan teman seusianya, ceritakan pada anak kalau ia akan bertemu adik-adik lucu dan kakak-kakak yang menyenangkan. Akan banyak mainan dan bisa makan biskuit susu bersama. Berikan cerita positif agar si kecil merasa tertarik.
" Cukup satu atau dua teman sudah cukup efektif mengajarkan anak untuk memulai pertemanan. Sangat baik jika pengalaman pertama anak menyenangkan karena nantinya anak akan semangat untuk bermain bersama lagi," ujar Dale Walker, Profesor psikolgi perkembangan anak di University of Kansas, AS.
Buat durasi bermain yang tak teralu lama, cukup 1 hingga 2 jam. Pasalnya, waktu yang terlalu lama bisa membuat mereka kelelahan dan bisa rewel. Persiapkan juga aktivitas seru yang melibatkan banyak orang. Misalnya bermain ular naga atau berebut balon berisi air. Dengan begitu anak akan beranggapan, berteman itu menyenangkan dan seru.
Agendakan bermain bersama ini secara teratur. Jika anak sudah merasa nyaman, cobalah " menantangnya" dengan lingkungan baru. Bisa membawanya ke taman bermain di mal, mengikuti kelas musik atau baby gym.
(Sah/Sumber: Baby Center)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya