6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Ilustrasi
Dream - Istilah narsis selama ini identik dengan hobi memajang dan mengambil foto diri sendiri atau selfie. Namun sesungguhnya pengertian narsisme jauh lebih dari itu.
Narsisme merupakan gangguan psikologis yang beranggapan kalau diri sendiri adalah sosok yang paling sempurna, menganggap rendah orang lain dan minim empati.
" Tak ada orang yang lahir dengan narsisme. Kecenderungan tersebut muncul di masa kanak-kanak, saat usia 2, 3 atau 4 tahun, ketika anak sangat membutuhkan dukungan emosi dari orangtua dan pengasuhnya," ujar Julie Hart, seorang psikolog.
Narsisme, menurut Hart, muncul saat orangtua tak bisa memenuhi kebutuhan emosional anak ketika memasuki masa perkembangan emosi. Sangat penting untuk mengajarkan pada anak bagaimana menunjukkan emosi, empati dan toleransi. Tujuannya, anak bisa menghargai orang lain di sekitarnya.
Kehadiran orangtua yang berlebihan juga berisiko tinggi membuat anak memiliki kepribadian narsisme. Biasanya kecenderungan tersebut muncul ketika orangtua selalu menyelesaikan masalah anak tanpa melibatkan mereka dalam mencari solusi. Anak jadi beranggapan tak membutuhkan orang lain dan jadi egois.
" Kombinasi keduanya jadi semacam pemicu utama seorang anak jadi minim empati, egois dan beranggapan kalau diri sendirinya yang paling sempurna," kata Hart.
Ada tujuh tanda seorang anak memiliki kecenderungan memiliki pribadi narsisme. Berikut tanda-tandanya.
1. Anak selalu ingin jadi pusat perhatian dan tampak lebih berani serta menonjol dari yang lain. Jika kehilangan perhatian mereka akan melakukan berbagai macam cara untuk merebutnya kembali.
2. Mereka bisa merendahkan orang lain agar dirinya terlihat lebih baik
3. Memiliki masalah menunjukkan rasa simpati saat melihat sesuatu hal yang menyedihkan atau mengharukan
4. Hanya peduli pada kebutuhannya sendiri
5. Mengalami masalah dalam menerima tanggung jawab terkait masalah yang ditimbulkannya. Mereka cenderung akan menyalahkan orang lain.
(Sah/Sumber: Kidspot)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
