Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Peluncururan Sensodyne Mounthwash Di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Selasa 14 Juni 2016. (foto: Sensodyne)
Dream - Gigi sensitif tentu sangat tidak nyaman bagi para penderitanya. Pasalnya tidak semua jenis makanan bisa dikonsumsi dengan nikmat tanpa adanya sakit karena gigi sensitif.
Mengejutkan, justru gigi sensitif cenderung lebih rentan dialami saat bulan puasa. Dimana aktivitas mengunyah lebih jarang, akibatnya air liur untuk melindungi gigi sensitif tidak ada.
"Gigi sensitif cenderung lebih sering terjadi pada saat berpuasa, di mana rongga mulut berada dalam keadaan lebih kering karena aktivitas mengunyah jauh berkurang. Akibatnya air liur yang dikeluarkan lebih sedikit dan tidak efektif melindungi gigi sensitif," kata pakar kesehatan gigi dan mulut, Sabai Asmaraghrya saat peluncururan Sensodyne Mounthwash di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Selasa 14 Juni 2016.
"Akhirnya, kenikmatan berbuka dengan minuman dingin dan manis selepas puasa menjadi momok rasa ngilu yang semakin terasa," imbuhnya.
Menurut Sabai, penyebab gigi sensitif akibat rangsangan rasa dari makanan, minuman dingin dan panas dapat mengakibatkan bagian gigi terbuka. Alhasil, menimbulkan rasa ngilu pada gigi.
"Gigi sensitif kondisi dimana berubahnya struktur gigi yang menyebabkan bagian gigi dentil terbuka. Bisa disebabkan oleh cara menyikat gigi yang salah. Akibatnya rasa ngilu yang tajam dan oendek ketika terkena ransangan makanan dan minuman panas, dingun atau asam," paparnya.
Sementara untuk cara mengatasi gigi sensitif, kata Sabai, tidak hanya dengan rutin menggosok gigi. Tetapi rutin periksa minimal enam bulan sekali dan menggunakan mouthwash untuk menjangkau sisa makanan yang masih ada didalam gigi.
"Sebaiknya dengan mouthwash karena bisa membersihan sisa makanan yang tidak bisa menjangkau kebersihan gigi," ucapnya.
Selain itu, dampak dari gigi sensitif ternyata dapat mempengaruhi mood emosional bagi penderita. Alhasil rasa sakit yang diderita membuat rasa malas untuk berinteraksi dengan luar.
"Dampak emosional. Dampak yang merasa sakit maka emosi akan terbawa mood kita akan rusak. Saat mood rusak malas berinteraksi dengan luar," pungkas Sabai. (Ism)
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


Inggris dan Jepang Minta Warga Siapkan Stok Makanan untuk 3 Hari, Ada Apa?

Benarkah Oksigen di Bumi Bisa Habis? Ilmuwan Perkiraan Kapan Hal Itu Bisa Terjadi

Sering Disalahpahami, Ini Perbedaan Frugal Living dengan Hidup Pas-pasan

Beeru Stevia Diduga Berisi Pemanis Buatan, Apa Risikonya bagi Penderita Diabetes Jika Terkonsumsi?

Usia Berapa Otak Manusia Paling Tajam? Ternyata Bukan Saat Masih Muda

Sering Dikira Flu, Virus yang Disebarkan Nyamuk Ini Bisa Menyerang Otak dan Berakibat Fatal

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?