Waspadai Gejala Kanker Getah Bening

Reporter : Puri Yuanita
Selasa, 15 September 2015 16:31
Waspadai Gejala Kanker Getah Bening
Waspadai apabila mengalami penurunan berat badan terus-menerus, selama enam bulan tanpa penyebab yang jelas.

Dream - Sebagai penyakit terbesar keenam yang menyebabkan kematian, kanker getah bening atau limfoma wajib diwaspadai. Pada awalnya, gejala kanker getah bening akan menyerang sistem kekebalan tubuh seseorang.

" Kanker getah bening ini sendiri dibagi menjadi dua, tipe hodgkin dan non hodgkin yang meliputi berbagai jenis kanker getah bening kulit," tutur konsultan devisi hematologi dan onkologi Rumah Sakit Cipto Mangun Kusomo, Andhika Rachman.

Pada tipe hodgkin, kanker getah bening menyebar melalui aliran darah yang akan disebarkan ke organ lainnya. Kemudian akan menyerang fungsi hati, paru-paru dan sumsum tulang belakang.

Pada jenis ini, kanker menyerang sel darah putih yang disebut limfosit. Kemudian akan menurunkan fungsinya dalam melindungi tubuh dari serangan bakteri, virus dan parasit dari zat asing.

" Penyebaran kanker ini pun terbagi lagi ada yang agresif dan non agresif. Nah, kalau sudah agresif itu sudah masuk pada tingkat medium," lanjut Andhika saat menjadi pembicara di konferensi pers peringatan hari limfoma sedunia.

Pada fase ini, pertumbuhan kanker limfoma menjadi sangat cepat dan menimbulkan banyak gejala. Sehingga menurunkan sistem kekebalan tubuh. " Riwayat keluarga atau faktor keturunan menjadi salah satu penyebab kanker ini," ungkap dokter spesialis penyakit dalam itu.

Selain itu, infeksi virus juga dapat meningkatkan risiko terkena kelenjar getah bening. Meskipun kanker ini tidak menular, tapi virus EBV dan HIV dapat memicu seseorang tertular penyakit ini.

Sedangkan untuk gejalanya, seringkali muncul pembengkakan nodus limfa atau bagian tubuh yang terdapat lipatan. " Bagian tubuh yang terdapat lipatan-lipatan akan menjadi bengkak. Seperti di bagian leher, ketiak, payudara dan pangkal paha tapi pasien nggak akan merasakan sakit," tambah Andhika pada Selasa, 15 September 2015.

Waspadai juga apabila mengalami penurunan berat badan terus-menerus, selama enam bulan terakhir tanpa penyebab yang jelas. Ditambah dengan demam tinggi hingga mencapai 37,2-38 derajat celcius.

" Cepat periksa ke dokter kalau merasa lebih mudah capek. Lalu berkeringat setiap malam, disertai batuk, sulit bernapas yang menyebabkan rasa nyeri di dada," tutup Andhika.

(Laporan: Ratih Wulan)

Beri Komentar
Belajar Jadi Orangtua yang Lebih Baik di Fimelahood #MindfulParenting