6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Dream – Bisa menunaikan ibadah haji dan mencium hajar aswad menjadi cita-cita banyak orang. Apalagi bisa melaksanakan sholat sunah di Hijir Ismail, tempat mustajab di sebelah Kabah.
Dan, itulah yang dialami Sutar. Jemaah calon haji asal Tulungagung, Jawa Timur. Kakek 78 tahun tersebut mengaku biasa saja saat melihat Kabah. Sampai akhirnya bisa memagang dan mencium Hajas Aswad.
“ Alhamdulillah sudah pegang Kabah dan menciumnya,” ujar Sutar, saat mendapat kunjungan Menteri Agama, Lukman hakim Saifuddin, di penginapannya, Senin 13 Agustus 2018.
Sutar baru merasa terharu setelkah sholat di Hijir Ismail. Dia sampai menitikkan air mata. Bagi banyak orang, tak mudah untuk sholat di tempat ini. Sebab, butuh tenaga ekstra karena harus menembus ratusan jemaah yang berkeliling melakukan tawaf.
© Dream
Namun, tubuh yang mulai ringkih itu nyatanya mampu melaksanakan sholat sunah di tempat yang menjadi idaman banyak orang itu. Sutar mengaku bisa masuk ke area Hijir Ismail karena ditarik orang. Dia akhirnya bisa sholat sunah di sana setelah dilindungi beberapa orang. “ Badannya besar-besar,” ucap dia.
Merasa penasaran, Lukman yang mendengarkan kisah itu dengan khusyuk menanyakan doa yang dipanjatkan Sutar di Hijir Ismail itu. “ Minta saya sehat, minta niku pejah (meninggal) saya khusnul khotimah. Semua anak saya bisa nyusul berhaji,” tutur Sutar.
Dia mengaku sebenarnya bingung saat berada di Hijir Ismail. Sebab, jemaah haji begitu riuh melihat dirinya. Sutar pun tak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk berdoa dan sholat sunah. “ Saya doa dan salat di Hijir Ismail. Saya juga mencium Hajar Aswad,” tambah dia.
© Dream
Sutar berangkat berhji bersama sang istri. Pasangan ini sehari-hari bekerja sebagai petani. Mencangkul dan mencari rumput untuk sapi peliharaan. Dia menabung untuk berhaji sejak delapan tahun silam.
“ Hasil panen saya jual dan belikan sapi. Sapi sudah kelihatan besar saya jual. Uangnya buat makan dan nabung haji,” ujar Mbah Sutar.
Pada kesempatan itu pula dia tak menyia-nyiakan pertemuan dengan Lukman. Dia meminta berfoto dengan sang menteri. “ Tolong nanti kalau ada Pak Menteri saya di foto ya,” ujar Sutar, lirih.
Laporan jurnalis Dream, Maulana Kautsar, dari Tanah Suci
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
