Begini Skenario Safari Wukuf Jemaah Haji yang Sakit

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 9 Agustus 2018 10:57
Begini Skenario Safari Wukuf Jemaah Haji yang Sakit
Haji seseorang belum dianggap sah bila tidak wukuf di Arafah. Wukuf dilaksanakan pada pada 9 hingga 10 Zulhijjah.

Dream – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah Kerja Mekah telah mematangkan rencana untuk melakukan safari wukuf para jemaah yang sakit. Personel safari wukuf, rencana kerja operasi, dan panduan ritual ibadah sudah disiapkan.

“ Tidak ada bedanya dengan jemaah normal umumnya," ujar kata Kepala Seksi Bimbingan Ibadah Daker Mekah, Ansor Sanusi, di Mekah.

Ansor mengatakan, perbedaan signifikan jemaah haji safari wukuf yaitu waktunya yang relatif singkat.

" Caranya memboyong jemaah sakit itu, baik dalam kondisi duduk atau berbaring di kendaraan yang melintasi Padang Arafah saat waktu wukuf berlangsung," ujar dia.

PPIH Daker Madinah, tambah Ansor, sudah menyiapkan bus dan ambulans untuk membawa jemaah sakit ke Arafah.

Menurut Ansor, prosesi wukuf merupakan kegiatan vital jemaah haji. Dirawayatkan Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa haji adalah wukuf di Arafah (al Hajju Arafah).

Sehingga haji seseorang belum dianggap sah bila tidak wukuf di Arafah. Wukuf dilaksanakan pada pada 9 hingga 10 Zulhijjah.

" Tetap hadir di Arafah (jemaah yang sakit) dengan segala ritual haji di dalamnya, bimbingan pembacaan talbiyah, doa, dzikir, bacaan Alquran, mendengarkan khutbah wukuf dan sholat Dzuhur dan Ashar, jamak takdim secara qasar," ucap dia.

Pada musim haji tahun lalu, kata Ansor, jumlah jemaah yang ikut safari wukuf sebanyak 112 orang.

" Kriteria jemaah yang disafari wukufkan menjadi domain Kemenkes, antara lain pasien yang sakit dengan status rawat inap di KKIH (Klinik Kesehatan Ibadah Haji) Mekah," ucap dia.

Laporan jurnalis Dream, Maulana Kautsar, dari Tanah Suci 

Beri Komentar