Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Jemaah Haji Indonesia (MCH)
Dream – Menjelang akhir kepulangan gelombang ke dua, masih ada 55 jemaah haji Indonesia yang dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS). Sebanyak 34 jemaah dirawat di Mekah, 21 lainnya di Madinah.
Sekjen Kementerian Kesehatan, Untung Suseno, memastikan, para jemaah yang dirawat di RSAS mendapat penanganan yang terbaik.
" Mereka memberikan pelayanan terbaik dengan peralatan yang sangat baik dan tanpa biaya. Dan ditangani dengan dokter-dokter yang terkenal di daerah Timur Tengah," kata Untung di Madinah, Minggu 23 September 2018.
Konsul Jenderal Republik Indonesia, Mohammad Hery Saripudin, mengatakan, akan menjadi 'bapak asuh' bagi jemaah yang masih dirawat di Tanah Suci.
" Kita pernah melakukan pengalaman, beberapa minggu sebelum musim haji baru dimulai, ada beberapa jemaah yang baru sembuh," kata Hery beberapa waktu lalu.
Kepala Daerah Kerja Bandara, Arsyad Hidayat, meminta keluarga jemaah yang sakit tak perlu khawatir. Sebab, pemerintah akan menjamin biaya penerbangan dan biaya perawatan jemaah sakit itu.
" Tidak dikenakan biaya sepeserpun. Itu tanggungan pemerintah. Kalaupun kondisinya beliau harus tidur, dan memerlukan seat banyak, semuanya ditanggung pemerintah," ujar dia.
Selama menjalani perawatan di Rumah Sakit Arab Saudi, kondisi jemaah akan dipantau oleh tim dari Kantor Urusan Haji (KUH). Unit ini bekerja di bawah Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah.
Setelah jemaah yang sakit dinyatakan layak terbang, pemerintah akan menjamin kepulangan jemaah itu hingga ke kediamannya. Kementerian Agama akan menyiapkan pengantaran jemaah tersebut.
Laporan dari Tanah Suci
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya