BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Katering Haji
Dream - Kepala Seksi Katering Daerah Kerja Mekah PPIH 2019, Beny Darmawan, mengatakan, layanan konsumsi untuk jemaah haji akan dihentikan untuk lima hari saat puncak haji.
" Konsumsi dihentikan pada 5, 6, 7, 14, dan 15 Zulhijah," ujar Beny dikutip dari kemenag.go.id, Kamis 1 Agustus 2019.
Menurut Beny, penghentian sementara pasokan konsumsi dilakukan karena kepadatan Mekah jelang puncak haji. Kondisi tersebut membuat tidak memungkinkannya pengantaran konsumsi dari dapur katering kepada jemaah.
" Jelang dan sesudah masa puncak haji, biasanya jalanan di Mekah padat sehingga tidak memungkinkan mendistribusikan konsumsi kepada jemaah," ucap dia.
Meski begitu, Beny memastikan jemaah haji Indonesia tetap mendapat makan sebanyak 15 kali ketika berada di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina).
" Jemaah tidak perlu khawatir tidak memperoleh makan selama masa puncak haji. Sejak tiba di Arafah pada 8 Zulhijah siang, jemaah sudah mulai mendapatkan makan," ucap dia.
Sedaangkan pasokan konsumsi jemaah haji di Armina akan berakhir pada 13 Zulhijjah 1440 Hijriah siang.
" Jemaah kan mendapat satu paket makanan siap saji, terdapat mie instan yang bisa langsung diseduh dengan air panas, roti, biskuit, kopi, maupun teh sachet," kata dia.
Menurut Benny, sebelum 5 Zulhijjah ada 30 kelompok terbang (kloter) yang sudah menerima jatah makan di Mekah sebanyak 40 kali. Artinya, mereka sudah tidak mendapat pasokan makan lagi sejak tanggal tersebut.
" Tiap jemaah memiliki jatah makan di Mekah selama 40 kali. Nah ada 30 kloter yang sebelum masa puncak haji, jatah makan di Mekahnya sudah berakhir, karena telah memperoleh 40 kali makan," ujar dia.
Selama menjalankan ibadah haji, jemaah mendapat jatah makan sebanyak 74 kali. Rinciannya, 40 kali di Mekah, 18 kali di Madinah, 15 kali di Armina.
" Ditambah 1 kali kelengkapan makan tambahan di Armuzna juga," kata dia.
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan