Masalah Ini Muncul dalam Pemberangkatan Haji Gelombang Pertama

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 8 Agustus 2018 11:15
Masalah Ini Muncul dalam Pemberangkatan Haji Gelombang Pertama
"Hambatan itu yaitu fast track, kemudian jemaah haji lebih dulu datang sedangkan hotel belum jamnya check in," ucap Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Nizar Ali.

Dream – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) melakukan evaluasi terhadap pemberangkatan jemaah gelombang pertama. PPIH menemukan sejumlah kendala yang harus dibenahi.

“ Hambatan itu yaitu fast track, kemudian jemaah haji lebih dulu datang sedangkan hotel belum jamnya check in,” ucap Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Nizar Ali, di Madinah, Arab Saudi, Selasa 7 Agustus 2018.

Selain mengevaluasi penerapan fast track, hambatan lain yang dialami jemaah haji yaitu pembatasan keberangkatan jemaah, dari Madinah ke Mekah, yang dilakukan muasassah atau penyelenggara haji. Jemaah yang berangkat pada tiga jadwal keberangkatan di pagi, siang, dan sore, dibatasi jumlahnya maksimal 3.000 orang.

“ Pembatasan keberangkatan dari Madinah ke Mekah dibatasi perkeberangkatan hanya 3. 000, jadi ada jemaah yang ikut ke rombongan berikutnya,” ucap dia. Pembatasan itu sebagai upaya antisipasi penumpukan jemaah di Bir Ali.

Selain aturan baru yang diterapkan muasassah, PPIH Arab Saudi juga harus berhadapan dengan masalah tertinggalnya jemaah. Kondisi itu terjadi karena paspor jemaah haji tak didaftarkan oleh pihak majmuah. " Namun tim PPIH siap membantu untuk membarangkatkan jemaah ke Mekah," kata dia.

Prosesi perpindahan jemaah haji gelombang pertama telah selesai Selasa kemarin. Diperkirakan, sekitar 87 ribu jemaah gelombang pertama dari Madinah telah tiba di Mekah.

Sementara itu, bagi jemaah yang masih dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah, proses evakuasi menunggu hasil rekomendasi dari tim kesehatan. Bagi jemaah yang sakit, pemerintah memiliki fasilitas safari wukuf.

" Tapi, jika oksigennya tidak bisa dilepas maka bisa dibadalkan," ucap dia. 

Laporan jurnalis Dream, Maulana Kautsar, dari Tanah Suci 

Beri Komentar