Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream – Berdasarkan catatan Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) sebanyak 29 jemaah asal Indonesia wafat saat menjalani prosesi puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Dari angka itu, enam jemaah haji Indonesia meninggal saat berada di Arafah, empat di Muzdalifah, dan 19 lainnya di Mina. Dengan demikian, berarti hingga Kamis malam, 23 Agustus 2018, sebanyak 140 jemaah haji Indonesia meninggal dunia di Tanah Suci.
Dibanding prosesi haji 2017, jumlah jemaah yang meninggal saat puncak haji ini menurun. Tahun lalu, sebanyak 75 jemaah haji meninggal dunia saat puncak haji. Dari jumlah itu 17 jemaah haji wafat di Arafah dan 48 lainnya di Mina.
Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin bersyukur, menurunnya tingkat jemaah haji yang dirawat di klinik kesehatan haji di Arafah maupun di Mina.
“ Angkanya menurun di banding tahun lalu pada saat yang bersamaan. Begitu juga dengan wafat,” ujar Lukman.
Lukman mengatakan, rangkaian terberat saat di Mina ketika jemaah haji harus berjalan sekitar empat hingga enam kilometer.
“ Jadi memang puncak kelelahan itu ada di Mina. Dan karenanya emang bisa dimaklumi jemaah yang jatuh sakit dan seterusnya,” ujar dia.
Laporan jurnalis Dream, Maulana Kautsar, dari Tanah Suci
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya