Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Viral Jemaah Haji Indonesia Minta Pulang Naik Ojek Usai Tawaf
Dream - Sejumlah jemaah haji Indonesia bertingkah aneh saat berada di Tanah Suci. Salah satunya dilakukan oleh M Arif Dg Rate.
Dalam video yang viral di media sosial, jemaah 68 tahun asal Takalar, Sulawesi Selatan, itu meminta pulang ke kampung halaman naik ojek.
Dalam potongan video berdurasi 49 detik itu, Arif Dg Rate terlihat sedang berjalan di sekitar Kabah sambil memegang tongkat dan berencana mencari ojek.
Ketua kloter 32 yang membawa rombongan calon haji Takalar, Ambo Tuo, mengatakan, Arif Dg Rate tengah mengalami gangguan demensia.
" Calon haji kita itu atas nama Muh Arif Dg Rate mengalami kondisi demensia setelah diperiksa oleh tim kesehatan dan sekarang sudah ditangani dan berada di kamarnya," katanya.
Demensia merupakan kondisi menurunnya cara berpikir dan daya ingat seseorang yang biasanya terjadi pada orang lanjut usia.
Ambo Tuo mengatakan, kondisi fisik Muh Arif Dg Rate masih cukup kuat untuk berjalan, tidak seperti kebanyakan yang menggunakan kursi roda.
" Kalau secara fisik masih bagus, cukup kuat untuk melakukan aktivitas ibadah, tawaf dan sa'i. Banyak calon haji lansia menggunakan kursi roda, tapi Pak Arif masih cukup kuat," ujarnya.
Ambo Tuo mengatakan, video itu diambil saat Arif Dg Rate bersama rombongan kloter 32 melakukan umroh wajib pada malam hari sekitar pukul 23.00 waktu setempat.
Arif Dg Rate melakukan umroh wajib bersama anak dan mantunya. Setelah putaran ke tiga, kondisi fisiknya tidak memungkinkan melanjutkan tawaf hingga akhirnya istirahat.
Namun setelah kegiatan tawaf umroh wajib dilaksanakan kemudian dilanjutkan sa'i di bukit Shafa dan Marwah, Arif Dg Rate kemudian dicari hingga pagi pukul 06.00 waktu setempat.
" Kami tawaf umrah wajib itu mulai pukul 23.00 sampai pagi. Begitu selesai, saya menelepon ketua regunya Pak Jamaluddin dan itu beliau mencari hingga pukul 09.00 pagi. Ternyata setelah itu pulang, Arif Dg Rate sudah ditemukan oleh tim lainnya dan dibawa pulang ke hotel," katanya.
Ambo Tuo menjelaskan, kondisi Arif Dg Rate sering diajak komunikasi dan jawabannya memang sering tidak nyambung dengan pertanyaan.
" Sering seperti itu, diajak ngobrol dan ditanya, jawabannya selalu tidak nyambung. Tim kesehatan pantau kondisinya dan memang beliau pak Arif ini sudah menderita demensi," ucapnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya