Jadi Mualaf karena Alquran Pinjaman

Reporter : Sandy Mahaputra
Jumat, 5 Desember 2014 10:02
Jadi Mualaf karena Alquran Pinjaman
Bagi Aziza, Islam merupakan puncak perjalanannya dalam mencari kebenaran yang hakiki.

Dream - Aziza adalah seorang mualaf asal Slovakia. Aziza mulai tertarik dengan Islam setelah kembali dari Swiss.

Dia pergi ke Swiss untuk meningkatkan kemampuan bahasa Jermannya. Di sana, Aziza bertemu dengan satu keluarga muslim. Ia menyaksikan hubungan timbal-balik yang baik dalam keluarga itu.

Termasuk sikap hormat dari anak-anak kepada orangtua mereka dan hal lainnya. Pengalaman tersebut menjadi sinar penerang Aziza dalam menemukan Islam.

Setelah kembali ke Slovakia dua bulan kemudian, Aziza meminjam sebuah Alquran dengan terjemahan Bahasa Inggris. Namun, dia masih belum memahami apa yang dibacanya.

Aziza kemudian bertemu mahasiswa muslim asal Libya. Mereka berbincang-bincang masalah agama Islam dan muslim.

Aziza semakin banyak mendapat informasi soal Islam. Dia mulai mendapat jawaban logis atas pertanyaan di hatinya selama ini.

Setelah beberapa lama, Aziza merasa berdebar karena ada dorongan di hatinya yang mengatakan bahwa inilah waktu yang tepat untuk memeluk Islam sebagai agama dan jalan hidup. Aziza tahu dia akan belajar banyak hal baru.

Namun, dia merasa bersyukur telah dituntun Tuhan untuk menuju akhir dari pencarian spiritualnya. Bagi Aziza, Islam merupakan puncak perjalanannya dalam mencari kebenaran yang hakiki.

Pada Desember 1999, Aziza memutuskan untuk memeluk Islam. Dia tidak punya masalah dengan puasa, salat dan memakai hijab. Sekali Aziza mencoba hijab, dia terus memakainya sejak itu. Alhamdulillah.

Tentu saja, Aziza takut tanggapan orangtua dan rekan-rekan di tempat kerjanya. Aziza yakin bahwa orangtuanya akan menendangnya keluar dari rumah atau bos di tempat kerjanya akan memecatnya.

Namun, jauh di dalam hatinya, Aziza yakin bahwa apa pun yang terjadi, itu adalah kehendak Allah. " Karena Allah sendiri tahu apa yang terbaik bagi saya. Saya sangat bersyukur untuk semua itu."

Berkat doanya, orangtua dan rekan-rekan Aziza menerimanya sebagai seorang muslim tanpa masalah. " Karena Allah tahu apa yang ada di dalam hati kita, apa yang kita pikirkan dan berapa banyak yang kita minta kepada-Nya dengan tulus."

Setelah setahun memeluk Islam, Aziza menikah dengan seorang pria muslim taat dari Kuwait. Melalui suami dan keluarganya, Aziza semakin memperdalam agama Islam.

(Sumber: OnIslam.net)

Beri Komentar