Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Dream - Menjadi seorang presiden hingga dua periode tidak pernah menjadi mimpi Susilo Bambang Yudhoyono. Terlahir dari sebuah kota kecil bertanah tandus Pacitan, Jawa Timur, Susilo semula hanya ingin menjadi prajurit negara.
SBY memang memiliki latar belakang dunia prajurit. Ayahnya adalah seorang bintara beristrikan ibu rumah tangga.
Darah militer yang mengalir dari ayahnya memantik semangat SBY menjadi prajurit negara.
Sebelum memuturkan berkarir di dunia militer, SBY sebetulnya sempat terdaftar sebagai mahasiwa Institut Teknologi Sepuluh November (ITS).
“Tapi saya merasa tidak cocok, itu bukan mimpi dan cita-cita saya, selain juga biaya kuliah disana mahal, orangtua saya tak mampu membayarnya,” kenang mantan presiden Indonesia keenam yang akrab disapa SBY dalam Kultum Supermentor 6, seperti dikutip Dream, Senin, 18 Mei 2015.
Namun mimpi menjadi tentar masih ada dalam benak SBY. Sampai akhirnya, SBY memilih mendaftar di Akademi Militer (Akmil) di Magelang, Jawa Tengah.
“Saya memilih jadi tentara karena bagi saya dulu, tentara itu gagah,” tambah SBY. “Saya pun ingin menjadi jenderal.”
Jalan menjadi prajurit dengan bintang di pundak tidak sekonyong-konyong diraih SBY. Sepanjang karir, SBY harus dikirim berperang di Timor Timur selama lima tahun dan pernah dikirim ke perang di Bosnia.
Menurut menantu almarhum Sarwo Edhie Wibowo ini, jalan berbatu selalu ditempuhnya baik dalam 20 masa hidupnya di Pacitan, 30 tahun pengabdian sebagai Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat, lima tahun sebagai menteri dan 10 tahun terakhir sebagai presiden. Namun, ia tak gentar.
Berbekal petuah tentara AS Douglas McArthur, suami Ani Yudhoyono yakin jika setiap orang memiliki mimpi dan tidak mudah untuk mewujudkannya.
“Makanya, kita butuh courage, determinasi atau keberanian untuk mewujudkan mimpi dan tentunya sweat, keringat dan kerja keras,” kata SBY.
Meski yakin dengan cita-citanya, SBY pun tak lepas dari situasi gundah dalam mewujudkan mimpi. Menulis sebuah lagu menjadi cara bagi SBY melepas kegundahannya.
Salah satu lagu yang paling dikenangnya berjudul Kuyakin Sampai Disana.
“Meskipun berat mesti ku lakukan. Ku pilih jalan yang ku yakini. Jangan paksakan yang takkan mungkin. Hidupku mesti lurus dan benar. Seribu jalan menuju Roma. Entah mana yang paling baik. Ada begitu banyak pilihan, engkaulah yang kan menentukan,” ujar SBY menirukan lirik lagu ciptaannya.
Selain itu, SBY yakin buah keyakinan, mimpi serta kerja kerasnya juga berhasil mengantarkan Indonesia menjadi negara anggota G20 serta negara demokrasi terbesar ketiga di dunia.
Lagu tersebut juga ia buat untuk menyemangati generasi muda Indonesia agar tidak mudah menyerah. Dinyanyikan oleh Rio Febrian, video klip Kuyakin Sampai Disana menampilkan kisah hidup seorang remaja laki-laki miskin yang mengadu nasib ke ibukota.
Di luar itu semua, SBY pun yakin bahwa nasib seseorang ditentukan oleh determinasi dirinya sendiri. “Milikilah atau hidupkan kembali cita-cita dan tujuan hidup Anda, setelah itu lakukan kerja cepat dan cerdas untuk mewujudkan mimpi Anda.”
(Ism, Laporan: Kurnia Yunita)
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya


Kenapa Ada Orang Suka Sayur Pahit, tetapi Ada yang Tak Tahan Bau Ketumbar? Ini Penjelasan Sains

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya