Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Frying Pan Lake, Selandia Baru (Sumber: Www.lakescientist.com)
Dream - Destinasi wisata di Selandia Baru tak melulu identik dengan suhu dingin. Buktinya, ada sebuah geiser atau mata air panas di sana yang begitu populer di kalangan wisatawan.
Adalah Frying Pan Lake atau 'Danau Penggorengan' yang terletak di Waimangu Volcanic Rift Valley, North Island, Selandia Baru. Frying Pan Lake bisa dikatakan sebagai sumber air panas terbesar di dunia.
Suhu air panas di danau ini mencapai 50 hingga 60 derajat celcius (sekitar 140 derajat Fahrenheit). Frying Pan Lake terbentuk dari letusan gunung berapi yang terjadi pada tahun 1886.
Kedalaman rata-rata danau ini mencapai 6 meter. Namun bagian terdalamnya bisa mencapai hingga 20 meter. Dinamakan Frying Pan atau 'Penggorengan' karena permukaan danau ini penuh dengan kepulan asap dan tampak seperti wajan jika dilihat dari ketinggian.
Meski terbilang ekstrem, tempat ini banyak dikunjungi turis. Kebanyakan turis datang untuk memotret danau ini atau sekadar trekking di sepanjang kawasan Volcanic Rift Valley.
(Sumber: lakescientist.com)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?