Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Masjid Qiblatain, Arab Saudi (Sumber: En.wikipedia.org)
Dream - Masjid Qiblatain, sebuah masjid yang berada di wilayah Madinah tepatnya di tepi jalan Wadi Aqiq tak jauh dari Universitas Madinah. Masjid ini awalnya bernama Masjid Salamah karena dibangun di atas bekas rumah Bani Salamah, sebelum akhirnya berganti nama menjadi Qiblatain.
Bangunan Masjid Qiblatain memiliki dua kubah serta dua menara. Saat masuk ke ruang utama masjid, jemaah akan disambut oleh suasana sejuk dan karpet merah nan empuk.
Tampak rak-rak buku dan Quran bercat putih yang menempel di dinding masjid tertata dengan rapi. Sebuah mimbar dari kayu terlihat ditempatkan di samping kanan tempat imam memimpin salat. Pilar-pilar penyangga menjulang tinggi ke atas menopang atap dan lantai dua masjid yang diperuntukkan bagi jemaah wanita.
Melihat ke langit-langit tampak cekungan kubah yang dihias dengan gaya arsitek khas Islam. Di tengah-tengah cekungan kubah tergantung sebuah lampu hias besar berbentuk melingkar.
Masjid Qiblatain memang tak seramai Masjid Nabawi dan Masjid Quba yang banyak dikunjungi jemaah haji dan umrah. Para jemaah yang berziarah ke wilayah Madinah umumnya hanya melewati atau sekadar melihat masjid ini dari luar.
Satu hal yang 'fenomenal' dari Masjid Qiblatain adalah kisah sejarah yang melatarinya. Masjid ini diberi nama Qiblatain yang artinya 'dua kiblat' karena menjadi 'saksi bisu' pergantian arah kiblat umat Islam dari Masjid Al Aqsa di Yerussalem menjadi Masjid Al Haram di Mekah.
Tahun ke-2 Hijriah tepat hari Senin di bulan Rajab setelah Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah, menjadi awal sejarah nama Masjid Qiblatain.
Berubahnya arah kiblat terjadi saat Nabi dan para sahabat tengah menunaikan salat Zuhur. Ketika salat Nabi dan para sahabat sudah berlangsung dua rakaat, Allah memerintahkan Nabi untuk menghadapkan wajahnya ke arah Masjid Al Haram. Perintah ini tertuang pula di dalam Quran surat Al Baqarah.
Sejak saat itu Masjid Qiblatain memiliki dua arah mihrab, satu sisi menghadap ke arah selatan yang menunjukkan kiblat ke Baitullah di Mekah, sedangkan sisi lainnya menghadap ke arah utara yang menunjukkan kiblat ke Palestina.
Namun kini, pemerintah Arab Saudi telah melakukan renovasi dan membuat arah kiblat Masjid Qiblatain terfokus ke Kabah dengan dibuatnya sebuah kubah utama di sebelah selatan. Sementara kubah kedua yang mengarah ke Al-Aqsa sengaja dibuat lebih kecil, sekadar sebagai pengingat sejarah.
(Sumber: Situs Kementerian Agama RI)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?