Ilustrasi (Sumber: Www.traveldailynews.com)
Dream - Tampaknya para traveller harus lebih waspada saat melakukan perjalanan udara. Karena baru-baru ini sebuah fakta mengejutkan terkuak.
Dilansir dari laman Dailymail, Selasa 25 Agustus 2015, ternyata pesawat terbang penuh dengan benda-benda kotor dan menjijikkan.
Dari banyak benda kotor dan menjijikkan yang ada dalam pesawat, berikut ini 4 di antaranya.
Keran air
Sebuah studi tahun 2013 di Amerika Serikat menemukan fakta bahwa 12 persen keran air di pesawat dinyatakan positif mengandung coliform, bakteri yang sangat berbahaya. Karena itu, 'minuman selamat datang' di pesawat biasanya adalah air kemasan bukan air yang dituang pada wadah.
Meja lipat
Salah satu mantan awak Southwest Airlines yang dirahasiakan namanya mengatakan, meja lipat adalah salah satu bagian paling jorok di pesawat. Seringkali didapati ada penumpang yang meletakkan popok bayi kotor di meja lipat.
Karpet dan kursi
Bukan ide yang bagus berjalan tanpa alas kaki di pesawat, dan lebih aman jika menghindari kontak langsung antara kulit dengan kursi. Karena karpet dan kursi tak terjamin kebersihannya.
Seorang awak kabin yang enggan disebutkan namanya mengaku pernah melihat penumpang buang air kecil di kursi.
Saku kursi
Saku kursi di pesawat sering menjadi tempat sampah, seperti permen karet, plastik makanan hingga botol air minum bekas. Oleh karena itu, sebaiknya jangan menaruh barang apapun di dalam saku kursi yang membuat jari-jari Anda menyentuhnya.
Advertisement

Anak Laki-Laki dan Perempuan Harus Diasuh Berbeda? Ini Penjelasan Psikologi Anak

Kulit Kering dan Gatal atau Eksim? Kenali Perbedaannya Sebelum Memilih Pelembap

Penelitian Ungkap Mengapa Otak dengan ADHD Mungkin Lebih Kreatif?

Abu Vulkanik Letusan Anak Krakatau Sampai Jakarta, Bandara Soekarno Hatta Ditutup Sementara

3,3 Juta Lansia Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Ini yang Terjadi Saat Masuk ke Tubuh

Duduk Terlalu Lama Bisa Tingkatkan Risiko Kematian akibat Kanker, Ini Temuan Penelitiannya

10 Masalah Kesehatan yang Risikonya Bisa Dikurangi dengan Rutin Berolahraga