Kisah Bilal dan Azan Terakhirnya

Reporter : Sandy Mahaputra
Selasa, 3 Maret 2015 06:14
Kisah Bilal dan Azan Terakhirnya
Bilal sendiri pun tak sanggup meneruskan azannya, lidahnya tercekat oleh air mata yang berderai.

Dream - Semenjak Rasulullah wafat, Bilal menyatakan tidak akan mengumandangkan azan lagi.

Bahkan ketika Khalifah Abu Bakar memintanya menjadi muadzin kembali, dengan hati pilu bilal berkata; " Biarkan aku hanya menjadi muadzin Rasulullah saja. Rasulullah telah tiada, maka aku bukan muadzin siapa-siapa lagi."

Abu Bakar pun tak bisa lagi mendesak Bilal untuk kembali mengumandangkan azan. Kesedihan sebab ditinggal wafat Rasulullah terus mengendap di hati Bilal. Dan kesedihan itu yang mendorongnya meninggalkan Madinah. Dia ikut pasukan Fath Islamy menuju Syam dan kemudian tinggal di Homs, Syria.

Lama Bilal tak mengunjungi Madinah, sampai pada suatu malam, Rasulullah hadir dalam mimpi Bilal dan menegurnya; " Ya Bilal, Wa maa hadzal jafa? Hai Bilal, mengapa engkau tak mengunjungiku? Mengapa sampai seperti ini?"

Bilal pun bangun terperanjat, segera dia mempersiapkan perjalanan ke Madinah, untuk ziarah ke makam Rasulullah. Sekian tahun sudah dia meninggalkan Rasulullah.

Setiba di Madinah, Bilal bersedu-sedan melepas rasa rindunya pada Rasulullah. Saat itu, dua pemuda yang telah beranjak dewasa, mendekatinya. Keduanya adalah cucu Rasulullah Hasan dan Husein.

Dengan mata sembab oleh tangis, Bilal yang kian beranjak tua memeluk kedua cucu Rasulullah. Salah satu dari keduanya berkata kepada Bilal: " Paman, maukah engkau sekali saja mengumandangkan azan untuk kami? Kami ingin mengenang kakek kami."

Bilal pun memenuhi permintaan itu. Saat waktu salat tiba, dia naik pada tempat dahulu biasa dia azan pada masa Rasulullah masih hidup.

Mulailah dia mengumandangkan azan. Saat lafadz Allahu Akbar dikumandangkan olehnya, mendadak seluruh Madinah senyap, segala aktifitas terhenti. Semua terkejut, suara yang telah bertahun-tahun hilang itu...Klik di sini kisah lengkapnya.(Ism)

 

Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi

Beri Komentar
4 Januari, Hari Bahagia dan Paling Sedih Rizky Febian