Penyelamat Pembantaian Taliban Itu Bernama Jam Beker

Reporter : Sandy Mahaputra
Sabtu, 20 Desember 2014 18:05
Penyelamat Pembantaian Taliban Itu Bernama Jam Beker
Padahal tak seorang pun teman sekelasnya selamat. Semua tewas.

Dream - Dawood Ibrahim adalah satu-satunya murid tingkat sembilan yang lolos dari aksi pembantaian oleh Taliban ke sebuah sekolah di Peshawar, Pakistan, Selasa pekan lalu.

Nyawa Dawood terselamatkan berkat jam beker. Dia memang berniat bolos sekolah pada hari kejadian, setelah terlambat bangun karena jam bekernya tak berfungsi.

Kisahnya terungkap setelah sebuah tweet muncul yang menyatakan " Tak ada lagi kelas IX di APS, hanya Dawood, 15 tahun, satu-satunya yang selamat."

Kakaknya, Sufyan Ibrahim, membenarkan hal itu kepada Express Tribune of Pakistan. " Itu merupakan takdir. Tak seorang pun teman sekelasnya selamat. Semua tewas," kata Sufyan.

Meski selamat, namun Daud tak bisa menyembunyikan kesedihannya. Apalagi dia harus menghadiri penguburan jenazah enam sahabatnya.

" Sejak pembantaian itu dia tidak mau berbicara dengan siapa pun. Dia bahkan tidak berbicara sama sekali," ujar Sufyan.

Daud tidak menunjukkan emosi sama sekali. Dia hanya diam dan menatap kosong saat mengetahui tak satu pun rekan kelas sembilannya yang selamat.

Sedikitnya 132 anak-anak dan sembilan guru tewas dalam aksi pembantaian tersebut. Sebagian besar jenazah yang memenuhi koridor sekolah, terlihat bekas luka tembakan di kepala dan dada, ada juga yang dibakar hidup-hidup.

(Ism, Sumber: nypost.com)

Beri Komentar