Cheng Ho, Tawanan Sampai Gelar Laksamana

Reporter : Editor Dream.co.id
Kamis, 3 April 2014 19:31
Cheng Ho, Tawanan Sampai Gelar Laksamana
Jejak Laksamana Cheng Ho ditemukan pada banyak tempat di dunia. Dia belum sempat naik haji.

Tingginya lebih dari dua meter. Tubuhnya tambun dengan lingkar perut satu setengah meter. Tulang pipi dan dahinya tinggi, hidung pesek, mata belo, dengan gigi tersusun rapi dan putih layaknya cangkang yang tergosok. Suaranya lantang sekeras lonceng.

Itulah catatan yang ada di dokumen militer China tentang seorang prajurit mereka yang cemerlang, Zheng He. Atau dalam pengucapan lebih jamak disebut Cheng Ho. Dia dikenal sebagai laksamana laut paling bersinar dalam sejarah China bahkan dunia.

Sekitar enam abad lalu Kaisar China mempercayakan dia membawa 62 kapal seukuran lapangan bola plus 190 kapal kecil penunjang. Dibawah komandonya ada 27.800 tentara. Mereka mengarungi samudera menuju Asia Tenggara, Asia Selatan, jazirah Arab, hingga pantai-pantai di wilayah timur benua Afrika.

Setiap kali rombongan Cheng Ho mendekati pelabuhan, warna hitam kapal mereka menutup pantai sepanjang mata memandang. Armada itu yang membuat merinding setiap perompak dan penguasa lokal yang mereka temui.

Tetapi armada Cheng Ho tidak hanya menebar ketakutan. Sebagian pasukannya, seperti juga sang Laksamana, adalah muslim yang taat. Di pelabuhan yang mereka singgahi, Cheng Ho meninggalkan beberapa orang anak buahnya. Diantara mereka ada yang pilih menetap dan meneruskan hidup di tanah baru. Mereka juga ikut menyebarkan Islam di wilayah tersebut.

Begitulah sebagian dari sejarah penyebaran Islam. Jejak itu hingga kini masih bisa ditelusuri. Di Indonesia misalnya, ada Kelenteng Sam Poo Kong di Simongan, Semarang, Jawa Tengah. Sam Poo Kong sendiri merupakan penyebutan nama lain Cheng Ho. Selain itu sejumlah petilasannya masih bisa ditemui di Surabaya, Palembang, Cirebon, hingga Aceh. Bukan hanya di nusantara, jejak Cheng Ho juga ditemui di Kamboja, Malaka, negara-negara Arab, hingga negara-negara di benua Afrika.

Sosok Cheng Ho sangatlah menarik. Dari silsilahnya saja dia merupakan bagian dari sejarah dunia. Dua abad sebelumnya, bangsa Mongol melakukan invasi hingga timur tengah. Saat pulang mereka memboyong seorang ahli administrasi dari Persia, Sayyid Ajjal Shams al-Din Omar.

Sesampainya di China (yang saat itu menjadi jajahan Monggol), Sayyid mendapat tugas mengurus administrasi markas tentara Monggol di Yunnan, China Selatan. Keturunan keempat dari Sayid inilah yang melahirkan Cheng Ho. Dari sinilah ajaran Islam mengisi kehidupan dan lingkungan Cheng Ho sejak lahir.

Cheng Ho lahir pada 1371 di tengah masyarakat muslim yang mayoritas hidup sebagai pelaut. Saat berusia sebelas tahun, pasukan China dibawah Dinasti Ming sedang melakukan penaklukan terhadap jajahan bangsa Mongol, termasuk Yunnan. Saat itu pasukan China dibawah Jenderal Fu Youde bertemu Cheng Ho kecil di jalan dan menanyakan lokasi persembunyian tentara Monggol. Alih alih membocorkan, bocah itu melawan lalu kabur dengan menceburkan diri ke danau.

Sang Jenderal marah dan memerintahkan anak buahnya menangkap Cheng Ho. Setelah ditangkap, sang Jenderal memerintahkan anak buahnya mengebiri bocah itu lalu dijadikan tawanan. Dia bersama 380 tawanan lain dibawa ke Yanjing (sekarang Beijing).

Cheng Ho kecil bertugas menjadi pelayan bagi Pangeran Zhu Di, penguasa wilayah Yanjing. Keberanian dan perawakan Cheng Ho membuat dia mendapat tempat di militer. Sebelum berusia 20 tahun, dia mengawal ekspedisi perang pertama Zhu Di melawan Mongol. Mereka sukses besar menghancurkan pasukan Mongol.

Sejak itu Zhu Di makin percaya pada Cheng Ho. Dia diangkat menjadi penasehat bagi sang pangeran. Akhir abad 14, kaisar meninggal dan sempat terjadi kekisruhan. Dua putra mahkota saat itu juga meninggal. Pewaris tahta tertua tinggal Zhu Di. Sempat terjadi pergolakan karena sepupu Zhu Di segera mengambil alih kekuasaan dan menguasai ibukota. Zhu Di melawan bersama Cheng Ho sebagai panglimanya. Mereka menang dan akhirnya Zhu Di menjadi kaisar China yang baru, pada 1402.

Bintang Cheng Ho makin bersinar. Dia kemudian berhasil meyakinkan sang kaisar bahwa dunia tak selebar daratan China saja. Latar belakang pergaulan masa kecil Cheng Ho dengan para pelaut, membuat dia berfikir untuk melakukan penaklukan melalui laut. Kaisar setuju dan mensponsori ekspedisi laut armada Cheng Ho.

Ekspedisi laut pertama dilakukan pada 1405. Selama 22 tahun, Cheng Ho sudah melakukan tujuh kali ekspedisi. Setidaknya 40 negara pernah disinggahi. Beragam upeti pernah diusung Cheng Ho bagi kaisar. Bukan hanya emas dan perhiasan, tetapi juga binatang-binatang aneh yang tak pernah terbayangkan. Diantaranya kuda belang atau zebra, jerapah, dan masih banyak lagi.

Meskipun sudah melanglang hampir separoh dunia, tetapi Cheng Ho diyakini belum pernah menjalankan ibadah haji. Padahal dalam catatan sejarah, kakeknya mencantumkan gelar Haji. Pun dengan ayahnya juga menempatkan Haji di depan namanya. (eko)

Beri Komentar