Tas Keren Ini Bikin Kepincut, Padahal dari Botol Plastik

Reporter : Gladys Velonia
Rabu, 28 Februari 2018 14:13
Tas Keren Ini Bikin Kepincut, Padahal dari Botol Plastik
Botol plastik tak cuma jadi sampah lho. Ada nilai ekonomis jika bisa mengolahnya.

Dream - Sampah kini jadi masalah yang mengkhawatirkan. Bahkan Indonesia masuk dalam daftar negara penghasil sampah terbesar di dunia.

Data dari Kementerian Lingkungan Hidup menyebutkan sampah lndonesia mencapai 64 juta ton per tahun. Sebanyak 64 persen berakhir di Tempat Penampungan Akhir (TPA) Bantar Gebang. Dari sampah sebanyak itu, hanya segelintir yang dipilah berdasarkan jenisnya.

Fakta lain yang tak kalah mengejutkan, tingkat perilaku memilah sampah di rumah tangga masih relatif rendah yaitu hanya 18,84 persen.

" Sementara perilaku tidak memilah sampah sebelum dibuang masih relatif tinggi yaitu 81,16 persen," ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan, Rosa Vivian Ratnawati, di Senayan, Jakarta Pusat, Selasa 27 Februari 2018.

Kurangnya kesadaran masyarakat untuk mengurangi serta memilah menjadi penyebab munculnya permasalahan seputar sampah. Padahal, jika kesadaran tersebut timbul, sampah bisa mudah ditangani terutama di proses pembuangan.

Berangkat dari permasalahan itu, Coca Cola Foundation Indonesia meluncurkan gerakan Plastic Reborn. Gerakan ini bertujuan mengajak masyarakat mengubah perilaku agar lebih bijak dalam melihat persoalan terkait sampah. Salah satunya dengan mengolah sampah menjadi tas keren.

" Kenapa plastik ini didaur ulangnya jadi tas keren, karena sekarang ini kalau tidak kekinian, tidak akan dilirik oleh masyarakat. Kita mau tunjukkin, ini loh sampah dari botol plastik yang biasa dipakai sehari-hari, ternyata bisa jadi tas keren dan memiliki daya jual," jelas Public Affairs and Community Manager Coca-Cola Indonesia, Andrew Hallatu.

Program Plastic Reborn ini dimulai dari pengumpulan sampah, pengangkutan ke tempat daur ulang, lalu dijadikan serpihan (flakes). Setelah itu, diproses secara kreatif hingga menciptakan model bisnis baru, yang pada akhirnya mengoptimalkan nilai pakai dari sampah kemasan plastik.

" Dalam enam bulan, diharapkan minimum 5 ton sampah kemasan plastik dapat terkumpul untuk kemudian dikelola dan diproses menjadi bagian dari bahan pembuat tas keren multifungsi ini," kata Public Affairs and Communication Director Coca-Cola Indonesia, Triyono Prijosoesilo.

(Beq/Sah)

Beri Komentar