Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kompleks Makam Troloyo (Youtube)
Dream - Jika Anda berwisata ke Mojokerto, singgahlah ke kompleks Troloyo. Tempat ini merupakan area pemakaman Islam kuno, pekuburan di zaman Kerajaan Majapahit. Kompleks makam yang sudah lama menjadi salah satu tujuan wisata religi di Jawa Timur.
Troloyo terletak di Dukuh Sidodadi, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan. Kurang lebih dua kilo meter ke arah selatan perempatan Trowulan. Pada hari-hari tertentu, misal Jumat Legi, banyak orang berziarah ke sini. Banyak cara untuk menuju tempat itu.
Di Troloyo ada beberapa kompleks makam. Namun yang banyak dikunjungi peziarah adalah makam utama. Kumpulan makam yang berada di sebuah bangunan yang menyerupai pendopo yang ditopang dengan beberapa pilar besar.
Salah satunya diyakini sebagai pusara Syekh Jumadil Qubro. Ulama Samarkand, Uzbekistan, yang diyakini sebagai keturunan ke-10 dari al-Husain, cucu Nabi Muhammad SAW. Namun, selain di Troloyo, makam yang diyakini menjadi pusara Syekh Jumadil Qubro juga berada di Semarang, Yogyakarta, dan Makassar.
Dari penelitian yang dilakukan, di pemakaman itu memang hanya diketahui satu nama, yaitu Zainudin. Dan nisan dengan nama itu pun sekarang sudah tidak lagi diketahui rimbanya. Sedangkan nama-nama tokoh yang disebutkan di makam ini berasal dari kepercayaan masyarakat.

Makam Syekh Jumadil Qubro. Sumber: Youtube
Di kompleks itu, makam yang diyakini milik Syekh Jumadil Qubro tampak berbeda. Makam ulama yang diyakini menurunkan darah kepada para wali penyebar agama Islam di Jawa itu dibuatkan semacam bangunan khusus dan ditutupi kelambu putih transparan. Sementara, sejumlah makam lain berjejer di pendopo tersebut
Di bagian lain, ada pula kubur pitu. Yaitu tujuh makam yang memiliki ciri-ciri Islam, di antaranya tulisan Arab. Berdasar penelitian para sejarawan, makam-makam mulai ada sejak pertengahan tahun 1300-an hingga pertengahan 1400-an.
Dulunya, kawasan Troloyo itu merupakan tempat singgah bagi saudagar muslim yang datang ke Majapahit. Tak sekedar singgah, mereka juga menyebarkan agama kepada penduduk lokal. Kompleks makam ini menjadi bukti hadirnya komunitas Islam di Majapahit. Islam sudah dianut oleh sebagian kecil orang Majapahit.
Selain itu, banyak pula orang-orang Islam dari China yang berada di Ibukota Majapahit itu. Keberadaan mereka juga ditulis di dalam catatan utusan China, Ma Huan, dalam buku Ying Yai - Sing Lan, yang ditulis pada tahun 1416 M. (Dari berbagai sumber)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya