Cantiknya Bukhara, Kota Kelahiran Imam Bukhari

Reporter : Puri Yuanita
Rabu, 5 Agustus 2015 15:42
Cantiknya Bukhara, Kota Kelahiran Imam Bukhari
Bukhari berasal dari sebuah wilayah kecil di Asia Tengah yang kini adalah Republik Uzbekistan.

Dream - Umat Muslim tentu mengenal sosok Imam Bukhari. Seorang ahli hadits termasyhur yang banyak dikagumi lantaran memiliki daya hafal menakjubkan. Tak seperti ilmuwan Muslim lain yang kebanyakan berasal dari Mesir atau Irak, Bukhari berasal dari sebuah wilayah kecil di Asia Tengah yang kini adalah Republik Uzbekistan.

Bukhari lahir di sebuah kota kuno bernama Bukhara. Bukhara terletak tak jauh dari sebuah sungai panjang yang mengairi seluruh negeri Asia Tengah. Orang-orang Yunani menyebutnya Sungai Oxus. Orang Arab mengenalnya dengan nama Jeyhun. Sementara pujangga Persia menjulukinya Mulyan.

Di masa kejayaannya, Kota Bukhara menjadi salah satu pusat perekonomian, kebudayaan, ilmu agama hingga pusat menuntut ilmu para pelajar dari luar. Pada masa pemerintahan Harun al-Rasyid kota ini bahkan memiliki peradaban yang begitu berkembang.

Hingga akhirnya, Bukhara jatuh ke tangan pemerintah Mongol. Di bawah kepemimpinan Jenghis Khan Bukhara sempat mengalami kehancuran. Banyak bangunan-bangunan penting dirusak bahkan dibakar.

Yang tersisa hanyalah sebuah Masjid bernama Masjid Jami' dan sebagian istana. Namun kondisi kota itu berangsur pulih setelah kepemimpinan Jenghis Khan digantikan oleh putranya, Ogedei Khan.

Kini, Bukhara menjelma menjadi sebuah kota tua yang cantik. Banyak wisatawan sengaja datang ke Uzbekistan sekadar ingin menyambangi kota kelahiran Imam Bukhari ini. Di kota ini, wisatawan dapat menikmati beragam bangunan indah yang menjadi saksi berkembangnya peradaban Islam masa lampau.

Bangunan-bangunan unik nan cantik seperti Benteng Arc Fortress, Chashma Ayub, Mausoleum Ismail Samani, Masjid Kalon dan Masjid Magoki Attori tetap berdiri kokoh di Bukhara sejak berabad-abad lalu. Banyaknya bangunan peninggalan sejarah membuat kota ini ditetapkan sebagai salah satu situs warisan dunia UNESCO. (Ism)

Beri Komentar