Satu-satunya Kota di Eropa yang Tidak Punya Masjid

Reporter : Sandy Mahaputra
Minggu, 19 Juli 2015 06:07
Satu-satunya Kota di Eropa yang Tidak Punya Masjid
Padahal ada lebih dari 300.000 Muslim yang tinggal di sana. Mereka kini hanya bisa salat berjamaah di garasi atau bangunan darurat.

Dream - Dengan Athena menjadi satu-satunya ibu kota Eropa tanpa masjid, Muslim Yunani berjuang untuk memiliki masjid yang didanai oleh negara Yunani sendiri.

Diperkirakan ada lebih dari 300.000 Muslim yang tinggal di dalam dan sekitar Athena. Sampai saat ini belum ada masjid resmi.

Seperti umat Islam di Italia, Muslim di sini salat di garasi atau bangunan darurat. Dua tahun yang lalu satu galon bensin menjadi penyebab terbakarnya masjid sehingga menjadikan kota Athena sebagai satu-satunya ibu kota di Eropa yang tidak memiliki masjid.

Muslim di Yunani takut menjadikan garasi atau ruang bawah sebagai tempat salat. Selain dianggap ilegal, selama krisis keuangan, bangunan-bangunan itu menjadi sasaran kekerasan.

Meskipun ada permintaan untuk pembangunan masjid, tidak ada satu pun kontraktor yang bersedia membangun, bahkan hanya ikut ambil bagian dalam proses penawaran.

Munculnya partai sayap kanan seperti Golden Dawn semakin meningkatkan serangan terhadap bangunan yang diubah menjadi tempat salat. Dalam satu insiden lebih dari 100 orang melakukan protes di luar sebuah masjid darurat. Mereka meninggalkan catatan akan membantai seluruh jemaah di masjid darurat itu.

Seorang ayah Pakistan menjelaskan bagaimana anaknya Shahzad Luqman pergi ke Yunani untuk bekerja membantu keluarga. Bekerja shift malam sebagai buruh pada jam 03:00, ia disergap dan dibunuh oleh anggota Golden Dawn yang bersumpah bahwa mereka akan membunuh orang asing pertama yang mereka lihat. Kematian Luqman adalah salah satu dari hampir 800 serangan bermotif rasial sejak 2012.

Para pelaku pembunuhan Luqman dijatuhi hukuman penjara seumur hidup yang merupakan pertama kali dalam sejarah Yunani serangan bermotif rasial dianggap sebagai kejahatan di pengadilan.

Menurut sebuah artikel di MintPress, pemimpin partai Golden Dawn Nikolaos Michaloliakos juga telah didakwa dengan pembunuhan dan pemerasan.

Anggota Golden Dawn tidak menyerah. Mereka mengatakan akan aktif menghalangi pembangunan masjid. Sebuah pandangan yang juga didukung oleh gereja Ortodoks Yunani.

Menurut Uskup Seraphim, Yunani harus menjaga identitasnya karena 'Yunani mengalami tirani Islam selama lima abad di bawah pemerintahan Turki dan membangun masjid akan menyinggung para martir yang membebaskan kita"

Pendiriannya benar-benar di atas Islamophobia dengan mengatakan bahwa " Kami bukan negara multikultural" .

" Kami adalah satu bangsa Yunani dan segala sesuatu yang lain adalah produk 'orde baru' dan Zionisme. Mereka berusaha untuk merusak karakter kita."

Meskipun ada rencana mengubah barak angkatan laut yang sudah tidak dipakai menjadi sebuah masjid, meski pembangunnya siap untuk membangun itu, rencana tersebut terpaksa ditunda.

Masalah lain yang cukup pelik dihadapi Muslim Yunani adalah tidak adanya makam khusus Muslim. Mereka yang hidup dan kemudian meninggal di Yunani umumnya dikirim kembali ke negara mereka sendiri atau dikubur di satu-satunya makam Muslim terdekat yang berjarak 800 km di bagian barat Thrace, sebuah wilayah yang berdekatan dengan Turki.

Selain jauh, mengirim dan mengubur jenazah warga Muslim Yunani ke Thrace adalah proses yang sangat panjang, sulit dan sangat mahal.

Sebuah laporan di Todays Zaman menjelaskan bagaimana Abdelrahim Abdel-Sayed, seorang imam di Yunani mengatakan betapa sulitnya memakamkan warga Muslim Yunani.

" Saya hanya bisa mengatakan Muslim Yunani bisa salat di mana-mana, di rumah, di masjid, di jalan. Tapi saya tidak bisa mengubur seorang Muslim yang mati di mana saja di Yunani."

(Sumber: WorldBulletin)

Beri Komentar