Riwayat Aneh Masjid `Sagu` Maluku

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 25 Maret 2015 07:05
Riwayat Aneh Masjid `Sagu` Maluku
Seluruh bangunan masjid ini terbuat dari pohon sagu.

Dream - Sekilas bangunan itu tampak renta. Unsur semen hanya menghiasi pondasi dan setengah badan bangunan. Setengah ke hingga ujung atap terbuat dari pohon sagu. Atapnya pun bukan genteng, tapi rumbia.

Meski demikian, bangunan itu memiliki usia ratusan tahun. Sejak pertama kali berdiri di pada tahun 1414, bangunan ini difungsikan sebagai masjid. Penduduk menyebutnya sebagai Masjid Wapauwe.

Masjid Wapauwe dipercaya sebagai masjid paling tua di Maluku, dan menjadi cikal bakal penyebaran Islam di sana. Letaknya cukup jauh dari pusat aktivitas kota Ambon, sekitar 60 sampai 70 kilometer ke arah utara. Atau lebih tepatnya di Desa Kaitetu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah.

Dindingnya terbuat dari gaba-gaba, pelepah sagu yang dikeringkan. Dinding ini tidak pernah diubah menjadi beton demi mempertahankan unsur aslinya. Sementara bagian dalam masjid ini berdiri beberapa tiang kayu menopang atap tersusun dua tingkat membentuk limas.

Meski sebagai masjid, Wapauwe tidak terlalu luas. Besarnya hanya 10 x 10 meter persegi sehingga membentuk kubus. Belakangan baru ditambahkan teras dengan ukuran 6,35 x 4,75 meter di sisi timur masjid.

Masjid ini berdiri pertama kali oleh ulama besar Muhammad Ari Kulapessy. Masjid ini menjadi pusat pengislaman Maluku.

Terdapat cerita aneh di seputar masjid ini. Masyarakat percaya masjid ini mampu berpindah tempat.

Hal ini didasarkan pada kisah yang beredar di masyarakat. Awalnya, masjid ini didirikan di kawasan perbukitan Wawene. Masyarakat kemudian harus berpindah ke kawasan yang lebih rendah, dekat dengan laut. Waktu itu, masjid diyakini masih berada di lokasi lama.

Suatu pagi, masyarakat terkejut lantaran mendapati masjid sudah berdiri di tengah perkampungan, dekat dengan gereja dan benteng Belanda.

Entah apakah cerita tersebut benar atau tidak. Yang pasti, hingga saat ini Masjid Wapauwe tetap kokoh berdiri, dan menjadi pusat ibadah Muslim Maluku. (Ism)

 

Beri Komentar