Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Tour De Timor (simplygiving.com)
Dream - Pesona alam dan budaya yang mempesona, menjadi kunci utama mempromosikan sektor pariwisata Indonesia ke tingkat dunia. Slogan Wonderful Indonesia memang tepat untuk menggambarkan keadaan alam di timur Indonesia yang begitu eksotis.
Tak hanya menyediakan destinasi wisata, kini Kementerian Pariwisata (Kemenpar) semakin kreatif dalam mengundang wisatawan mancanegara. Berbagai strategi terus dikembangkan, salah satunya dengan mengadakan sport tourism.
Setelah Sumatra Barat sukses dengan Tour de Singkarak, kini Nusa Tenggara Timur (NTT) juga tengah bersiap mengadakan acara serupa. Sebuah wisata yang dikemas dalam acara Tour de Timor (TdT). Diperuntukan bagi pecinta olahraga balap sepeda dengan rute yang menantang di alam bebas.
"Nantinya ini akan kami gunakan sebagai unggulan daya tarik pariwisata provinsi NTT. Tidak sekadar alam dan budaya, tapi juga wisata minat khusus," ungkap Frans Salem, Seketaris Daerah NTT pada Kamis, 22 Oktober 2015.
TdT yang baru pertama digelar ini rencanya akan diselenggarakan pada 16-19 Desember mendatang. Memulai keberangkatan di Atambua dengan etape selanjutnya di Kefamenanu, Soe dan berakhir di Kupang.
"TdT ini terdiri dari touring dan racing. Untuk touring tidak dibatasi usianya bahkan bisa membawa keluarga. Sedangkan kalau racing 17-55 tahun," imbuh Frans saat konferensi pers Tour de Timor 2015 di gedung Sapta Pesona, Jakarta.
Menariknya lagi, peserta racing juga akan disuguhi pergelaran seni budaya lokal saat malam harinya. Sehingga acara ini diharapkan dapat mengenalkan NTT secara keseluruhan.
"Event ini memang digunakan sebagai promosi untuk meningkatkan potensi bisnis wisata. Kemudian budaya lokal seperti tenun ikat, dan kuliner hingga mengenalkan kelembagaan," tutur Esthy Reko Astuty, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara.
Diharapkan acara ini dapat mendorong upaya pemerintah provinsi untuk menjadikan NTT sebagai salah satu destinasi utama pariwisata pada tahun 2018 mendatang. (Ism)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari