`Tour de Timor`, Jelajah Alam di Etape Timur Indonesia

Reporter : Puri Yuanita
Jumat, 23 Oktober 2015 14:33
`Tour de Timor`, Jelajah Alam di Etape Timur Indonesia
Setelah Sumatra Barat sukses dengan Tour de Singkarak, kini Nusa Tenggara Timur (NTT) juga tengah bersiap mengadakan acara serupa.

Dream - Pesona alam dan budaya yang mempesona, menjadi kunci utama mempromosikan sektor pariwisata Indonesia ke tingkat dunia. Slogan Wonderful Indonesia memang tepat untuk menggambarkan keadaan alam di timur Indonesia yang begitu eksotis.

Tak hanya menyediakan destinasi wisata, kini Kementerian Pariwisata (Kemenpar) semakin kreatif dalam mengundang wisatawan mancanegara. Berbagai strategi terus dikembangkan, salah satunya dengan mengadakan sport tourism.

Setelah Sumatra Barat sukses dengan Tour de Singkarak, kini Nusa Tenggara Timur (NTT) juga tengah bersiap mengadakan acara serupa. Sebuah wisata yang dikemas dalam acara Tour de Timor (TdT). Diperuntukan bagi pecinta olahraga balap sepeda dengan rute yang menantang di alam bebas.

" Nantinya ini akan kami gunakan sebagai unggulan daya tarik pariwisata provinsi NTT. Tidak sekadar alam dan budaya, tapi juga wisata minat khusus," ungkap Frans Salem, Seketaris Daerah NTT pada Kamis, 22 Oktober 2015.

TdT yang baru pertama digelar ini rencanya akan diselenggarakan pada 16-19 Desember mendatang. Memulai keberangkatan di Atambua dengan etape selanjutnya di Kefamenanu, Soe dan berakhir di Kupang.

" TdT ini terdiri dari touring dan racing. Untuk touring tidak dibatasi usianya bahkan bisa membawa keluarga. Sedangkan kalau racing 17-55 tahun," imbuh Frans saat konferensi pers Tour de Timor 2015 di gedung Sapta Pesona, Jakarta.

Menariknya lagi, peserta racing juga akan disuguhi pergelaran seni budaya lokal saat malam harinya. Sehingga acara ini diharapkan dapat mengenalkan NTT secara keseluruhan.

" Event ini memang digunakan sebagai promosi untuk meningkatkan potensi bisnis wisata. Kemudian budaya lokal seperti tenun ikat, dan kuliner hingga mengenalkan kelembagaan," tutur Esthy Reko Astuty, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara.

Diharapkan acara ini dapat mendorong upaya pemerintah provinsi untuk menjadikan NTT sebagai salah satu destinasi utama pariwisata pada tahun 2018 mendatang. (Ism) 

Beri Komentar