6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Dream - Melanie Jane adalah wanita Inggris yang tengah mengejar karir. Kesempatan bekerja di Dubai, Uni Emirat Arab dijalaninya demi mewujudkan ambisinya.
Kecintaannya pada budaya baru juga menjadi alasan Jane mengambil pekerjaan di negara Muslim ini.
Namun tak dipungkiri, Jane menyimpan ketakutan tersendiri pada dunia Islam. Terlebih lagi dirinya akan tinggal di negara Islam.
Keputusan sudah diambil, Jane akhirnya membulatkan tekad memulai Karir di Dubai. Pertama kali menginjak kota kosmopolitan Timur Tengah ini, semua gambaran negatif yang dibayangkan Jane luntur.
Stereotype mengenai muslim dan negara muslim pupus seketika. " Kesan saya mengenai muslim dan Islam ternyata tak seperti bayangan ketika pindah dari Inggris," kata Jane seperti dikutip laman Onislam.net, Senin, 10 November 2014.
Jane menuturkan, masyarakat Inggris umumnya mengaitkan Islam dengan pengekangan terhadap wanita. Pemikiran mengenai Islam ini pula yang diyakini Jane dimulai dari cara berpakaian muslimah dan bagaimana perlakukan orang Islam pada isterinya.
" Namun pertemuan saya dengan Mahmoud mengubah semuanya," katanya.
Dalam sejarah masa lalu, tutur Jane, Islam sebetulnya memiliki orang-orang berpendidikan, pemimpin bisnis, Khadijah yang merupakan istri Nabi Muhammad SAW yang merupakan pebisnis wanita.
" Sayangnya cerita-cerita di Inggris mengenai Islam dan muslim berbeda sama sekali," katanya.
Sebelum memutuskan memeluk Islam, Jane mengaku mempercayai adanya kekuatan yang Maha Besar namun dirinya tak tahu apakah zat itu. Agama-agama yang dipelajarinya seringkali tak pernah memberikan jawaban memuaskan.
" Pertanyaan sederhana seringkali tak pernah ada jawabannya," katanya.
Sampai akhirnya Jane menemukan dan mempelajari Islam. Jane yang kini telah berhijab menyadari Islam sangat terbuka terhadap berbagai pertanyaan. Dan setiap pertanyaan senantiasa ada jawabannya.
" Agama lain lebih mengajarkan kepada kepercayaan. itu normal, namun tak memuaskan buat saya," katanya.
Bagi Jane, Islam begitu sempurna dan semuanya pertanyaan mampu terjawab. " Inilah yang meyakinkan saya untuk memeluk Islam," pungkasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
