Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Sumber Foto: Dokumentasi Japfa)
Dream - PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (Japfa) mendapatkan dua penghargaan sebagai TOP CSR 2017 on Agribisnis Sector untuk program kegiatan investasi sosial perusahaan dan TOP Leader on CSR Commitment untuk CEO Japfa, Handojo Santosa.
Kedua penghargaan itu diterima Japfa karena mampu mengintegrasikan antara kegiatan CSR dengan strategi bisnis perusahaan.
" Yang menjadi pembeda TOP CSR dengan penghargaan sejenis, jika pada umumnya fokus penilaian pada pemenuhan ISO 26000, pada TOP CSR terdapat aspek GCG serta keselarasan CSR dengan strategi bisnis perusahaan" ujar Ketua Pelaksana TOP CSR Awards M lutfi Handayani dalam keterangan tertulis, Kamis 6 April 2017.
Integrasi antara kegiatan CSR dengan strategi bisnis perusahaan menjadi aspek mendasar dalam melaksanakan sustainable bussines practices. Integrasi tersebut akan mendorong perusahaan untuk tidak hanya berorientasi mencari profit semata tetapi juga mendukung kelestarian lingkungan dan memberikan dampak positif ke masyarat di sekitar lokasi perusahaan.
" Membangun bisnis yang berkesinambungan merupakan komitmen mendasar Japfa," ujar Corporate Affair Director Japfa Rachmat Indrajaya.
Menurutnya, komitmen itu mendorong Japfa untuk menyeimbangkan pencapaian profit dengan upaya mendukung kelestarian lingkungan dan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat.
Apreasiasi terhadap pendekatan yang integratif juga muncul dari Ahmad Daniri Ketua Dewan Juri TOP CSR 2017. Menurutnya, pendekatan CSR yang terintegratif akan membuat program CSR tidak hanya menjadi beban biaya perusahaan tetapi menjadi investasi perusahaan.
" Japfa meyakini bahwa CSR merupakan bagian dari kegiatan bisnis yang terintegrasi, karenanya seluruh kegiatan CSR mendapatkan perhatian tersendiri dan dilaksanakan dibawah Departemen Social Investment," ujar Head of Social Investment Departement Japfa R Artsanti Alif.
Dia menjelaskan, adanya departemen tersebut dapat mengkosolidasikan seluruh kegiatan CSR sejalan dengan strategi bisnis dan dilaksanakan secara berkesinambungan, sehingga bisa menguatkan triple bottom line (people, planet, and profit) perusahaan.
" Salah satu bentuk investasi sosial Japfa diwujudkan melalui program JAPFA4Kids. Melalui program ini Japfa berupaya membangun terbentuknya sistem sekolah sehat dan budaya hidup bersih dan sehat bagi anak-anak Indonesia," tuturnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya