Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Ilustrasi)
Dream - Tinggal di negara mayoritas non muslim tak menyulitkan blogger hijab Indonesia, Kartika, dalam mendidik agama buat sang buah hati.
Dirinya mengaku mendapatkan pertanyaan dari para kerabat soal itu. Namun tiga tahun tinggal bersama suami dan dua orang anak di Jepang, Kartika yang memanggil dirinya dengan sebutan Mama Nisa, punya caranya sendiri mengajarkan buah hati soal Islam.
Meski awalnya sempat khawatir sebagai kaum minoritas di Negeri Sakura, seperti lingkungan sekolah, teman-teman, dan pergaulan si kecil tapi Mama Nisa punya caranya tersendiri dalam menghadapi hal tersebut.

Foto: Ilustrasi
" Wajar yaaa... pasti banyak yang dikhawatirkan. Soal makanan halalnya, bagaimana penduduk lokal memandang Muslim, sampai soal lingkungan yang nggak Islami," tuturnya di Catatanmamanisa.wordpress.com.
Jika di Indonesia tak sedikit sekolah berbasis Islam dan kebiasaan 'mengirim' buah hati belajar ngaji di masjid atau Taman Pendidikan Al Qur'an, di Jepang apa yang harus dilakukan?
Jawabannya adalah orang tua harus memberdayakan diri sendiri. Simak penjelasan Mama Nisa lengkapnya di sini, Sahabat Dream!
(ism)
Kirimkan blog atau website kamu ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:
1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin di-publish
2. Sertakan link blog/web
3. Foto dengan ukuran high-res (tidak blur)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya