Sering Menahan Diri untuk Bicara? Kebiasaan Ini Bisa Diam-Diam Merusak Hubungan
Suka Membaca Buku? Kebiasaan Ini Bisa Turunkan Risiko Alzheimer Hingga 33 Persen Lebih Rendah
9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes
Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan
3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Zhafira Aqyla - Youtuber (foto: YouTube/zhafira Aqyla)
Dream - Menjadi seorang muslimah berhijab dan kuliah di negara non muslim, pastinya bukan hal mudah. Risiko diskriminasi selalu ada, belum lagi penyesuaian dengan kehidupan serta lingkungan baru.
Zhafira Aqyla, seorang mahasiwi Harvard dari Indonesia, membagikan pengalamannya sebagai mahasiswi di kampus bergengsi tersebut. Tinggal di Amerika Serikat, Zhavira juga tetap istiqomah mengenakan hijabnya.
Lewat Youtube channel Zhafira Aqyla, kita bisa melihat keseharian Zhafira sebagai mahasiswi. Youtuber cantik ini merupakan seorang mahasiswa S2 jurusan Master School of Education in the Learning Design.
Belum lama ini, ia bagikan konten dengan judul “ Life as a Hijabi in Harvard”. Dalam video berdurasi 23 menit itu, Zhafira membagikan kesehariannya selama satu minggu selama ia berada di Harvard.
Saat ke kampus, Zhafira ternyata memasak makanan sendiri. Hal ini agar lebih mudah untuk makan siang dan tak perlu kesulitan mencari makanan halal. Pasalnya, di kampus Harvard tak selalu tersedia makanan halal.
“ Jadi salah satu alasan kenapa aku lebih suka bawa makan siang sendiri terus makan di kampus, daripada beli di kafetaria adalah karena walaupun mereka udah mencoba menyediakan beragam macam batasan diet, tapo mereka gak punya makanan berlabel halal,” ujar Zhafira.

Zhafira tidak merasa kesulitan saat menyiapkan makanan. Saat jam makan siang tiba, ia memanaskan makanan yang sudah ia bawa di kampusnya.
" Karena itu buat aku, langsung aku bawa makanan sendiri aja yang aku tau kupersiapkan dengan cara yang baik juga bahan yang aku nyaman makannya,” kata Zhafira.
Untuk sholat, tak seperti kampus di Indonesia di mana mushola dan masjid selalu ada di kampus, di Harvard hanya ada prayer room. Ruangan ini digunakan bukan hanya untuk umat muslim, tapi juga agama lain.
Menurut Zhafira, ada sekitar 7 sampai 8 prayer room yang bisa ditemukan di Harvard.

“ Jadi ini dia prayer room, ada sandal di sana yang bisa dipakai untuk ambil wudhu, ada Alquran dan Bible. Jadi semua bisa pakai tempat ini walaupun biasanya digunakan umat muslim,” ungkap Zhafira.

Advertisement

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang

5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya

Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya

Sering Menahan Diri untuk Bicara? Kebiasaan Ini Bisa Diam-Diam Merusak Hubungan

Suka Membaca Buku? Kebiasaan Ini Bisa Turunkan Risiko Alzheimer Hingga 33 Persen Lebih Rendah

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes