Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan
Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?
(Foto: Twitter.com/pinot)
Dream - Dunia seni karikatur begitu melekat pada diri Wahyu Ichwandardi. Pelukis karikatur ini cukup terkenal lewat sejumlah karya sketsanya yang dia unggah di media sosial.
Pria akrab dengan sapaan Pinot yang kini tinggal di New York ini mengaku belajar seni karikatur dan animasi dari ayahnya. Dia pun handal dalam membuat sketsa bergerak untuk kebutuhan film animasi.
Bapak tiga anak ini menggunakan teknik stop motion dipadukan dengan obyek sekitar. Alhasil obyek yang ia gambar terasa hidup.
Uniknya, Pinot tak mau membuang banyak kertas untuk berkarya. Seperti yang ia tuturkan kepada Esquire tahun 2017 lalu, Pinot hanya memerlukan secarik kertas untuk menggambar.
Usai menggambar, suami dari Dita ini memilih menghapus karyanya. Dia lalu menggunakan kertas yang sama untuk menggambar obyek lainnya.
Tentu merupakan kebanggaan jika karya Pinot dijadikan animasi film Hollywood. Beberapa karyanya turut menghiasi video trailer Star Wars: The Last Jedi. Untuk karya tersebut, Pinot membuatnya menggunakan komputer Apple klasik keluaran 1984.
Pinot memanjakan para pecinta seni karikatur dan animasi dengan mengunggah hasil karyanya melalui video pendek di beberapa platform media sosial seperti Vine, Steller, Snapchat maupun Twitter. Karya-karyanya mampu menarik perhatian tidak hanya pecinta animasi, namun juga mereka yang belum mengenal sketsa khasnya.
Perjalanan karir Pinot bermula di salah satu stasiun televisi swasta. Kala itu, dia bekerja sebagai news graphic designer pada 1994.
Seiring berjalannya waktu, Pinot meraih banyak pengakuan internasional. Dia berhasil menjadi pemenang lewat kategori Vineography di ajang Shorty Awards, juga pemenang kategori animasi dalam Fast Film Fest. Tak hanya itu, Pinot juga masuk dalam nominasi kategori animasi pada Festival Film Tribeca.
Pinot menjadi salah satu nominasi di ajang XYZ Day Awards 2018 lho. Jangan lupa buat vote Pinot di kategori arts supaya Pinot bisa jadi pemenang dalam XYZ Day Awards pada tanggal 25 April 2018 mendatang. Kamu bisa vote di sini, ya.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?