Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Sumber Foto: Unizara.com
Dream - Pergi liburan sangat menyenangkan jika dilakukan bareng keluarga atau teman-teman. Cerita traveling pun dapat dimulai saat perjalanan, tapi bagaimana jika petualangan itu dilakukan sendiri untuk kebutuhan pekerjaan?
Apakah itu masih bisa dibilang sebagai cerita traveling? Tentu bisa!
Terlepas pergi sendiri atau beramai-ramai, kamu bisa ceritakan kembali ke banyak orang soal pengalaman perjalanan dari suatu tempat ke tempat lain.
Seperti yang dialami blogger hijab Ruziana Fathruzi yang melancong sendiri ke Bali dari Tanjung Pinang, tempat tinggalnya.
Hijaber yang terkenal lewat situs pribadinya Unizara.com ini mengatakan traveling sendiri merupakan tempat merenung yang tepat.

Foto: Ilustrasi/Shutterstock
Hal ini dikarenakan ketika ia melihat salah satu penumpang yang sakit dan membutuhkan pertolongan intensif.
Kejadian ini pun tak disangka hijaber yang akrab disapa Ana berada di satu pesawat dengannya. Pesawat pun mendarat darurat di bandara terdekat, yaitu Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang.
Meski Ana tengah di perjalanan untuk bekerja, tak ada sebesit kesal pun di benaknya karena waktu yang begitu molor dari jadwal.
" Saya sendiri memaklumi karena bisa merasakan jika itu terjadi pada saya atau keluarga," ucapnya.
Sambil melihat proses evakuasi pasien tersebut, Ana pun merenung dan banyak pertanyaan yang muncul di benaknya seperti:
1. Apa yang akan terjadi jika saya tiba-tiba sakit?
2. Apa yang akan terjadi jika saya kehilangan kesadaran?
3. Jika saya harus diturunkan di bandara lain untuk mendapatkan perawatan, siapa yang akan mendampingi saya?
4. Bagaimana proses pihak maskapai akan menemukan keluarga atau orang terdekat saya untuk mengkonfirmasi kondisi saya?
Sontak pikiran hal-hal kecil yang ia kerap abaikan ketika menjalani suatu perjalanan terlintas di benaknya. Apa saja? Sahabat Dream simak cerita lengkap Ana di sini, yuk!
Kirimkan cerita traveling ala kamu ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:
1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin di-publish
2. Sertakan link blog/web
3. Foto dengan ukuran high-res (tidak blur)
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?

Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram