Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Berhenti Makan Gula Bikin Pusing dan Mudah Marah? Ini Cara Meredakan Gejalanya
Mengapa Sulawesi Dikenal dengan Nama Celebes? Begini Asal-usul Nama yang Dipakai Bangsa Eropa
Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym
IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor
Sumber: Shutterstock
Dream - Para pemuda memang berperan penting dalam kemajuan suatu negara, bahkan Bung Karno pernah mengatakan 'Beri Aku 10 Pemuda, Akan Kuguncang Dunia'. Untuk itu, sebagai pemuda harus mempunyai semangat untuk merubah suatu negara lebih maju lagI.
Seperti hadirnya komunitas ‘Untuk Indonesia’, yang hadir dari kolaborasi PT. Paragon, GanaraArt dan Pemimpin.id. Komunitas ini bertujuan menggerakkan perubahan ditengah masyarakat melalui peningkatan kreativitas, kepemimpinan, inklusivitas yang inovatif yang dijalankan untuk memajukan negara.

“ Inklusivitas disini artinya merangkul semua komunitas untuk menggerakkan Indonesia. Karena kuncinya adalah kerja sama, kalau mau cepat ya bersinergi, kalau tidak semuanya terlibat,” jelas Tita Djumaryo, Founder Ganara Art Space pada konferensi pers 'Untuk Indonesia' 18 Juni, 2021.

Program ini dijalankan karena adanya kesadaran bahwa Indonesia adalah negara yang besar, memiliki potensi sekaligus tantangan yang besar untuk menjadi ekosistem yang dapat mendukung kesejahteraan masyarakatnya.
Untuk merealisasikan potensi yang ada, perlu partisipasi dari seluas-luasnya masyarakat Indonesia, karena setiap dari kita memiliki kemampuan yang dapat kita kontribusikan ‘Untuk.Indonesia’.
Pada Roadshow Ganara Mariberbagi Seni dan Pemimpin.id sebagai komunitas berkolaborasi dengan Paragon dan juga tim Paragonian di berbagai daerah untuk memberikan pelatihan kreativitas dan kepemimpinan.

Program utama yang dilakukan oleh Ganara Art adalah ‘Art For Change’ berpikir kritis dan inklusi sosial melalui seni dan menargetkan siswa sekolah menengah. Kurikulum ini menekankan pada diskusi dan interpretasi seni.
“ Menggunakan seni sebagai pengaturan netral untuk menyatukan siswa dari pandangan yang berbeda untuk memungkinkan percakapan tentang isu-isu sensitif, mempromosikan keragaman dan inklusi sosial.” lanjut Tita.
Selain itu juga terdapat Program Kewarganegaraan Digital untuk siswa sekolah dasar pada tahun 2019-2020, dan Perempuan Maju Digital, yaitu rangkaian program pengembangan bagi perempuan pemilik usaha rintisan untuk memajukan usahanya dan ide bisnis dengan memaksimalkan penggunaan teknologi dan keterampilan kreatif. (mut)
Advertisement
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan


Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif

8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor

Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis