Memotret Gizi Anak-Anak Asia Tenggara, Bagaimana Indonesia?

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Kamis, 29 November 2018 14:14
Memotret Gizi Anak-Anak Asia Tenggara, Bagaimana Indonesia?
Survei ini berfokus pada keseimbangan protein anak.

Dream - Kesehatan masih menjadi masalah pelik di negara berkembang, khususnya di kawasan Asia Tenggara. Untuk itulah, Royal FrieslandCampina akan melakukan survei gizi bertajuk Studi Southeast Asia Nutrition Survey (SEANUTS) II.

Guru Besar Bidang Ilmu Kesehatan Anak Universitas Indonesia, sekaligus Ketua Tim Riset SEANUTS II Indonesia, Rini Sekartini, mengatakan, akan menggandeng berbagai lembaga kesehatan dan perguruan tinggi sebagai mitra.

Tim ini akan menyurvei lebih dari 18 ribu anak di Indonesia, Vietnam, Thailand, dan Malyasia. Mereka akan mencari data pertumbuhuan anak, asupan makan, aktivitas fisik, dan parameter biokimia anak-anak berusia enam bulan hingga 12 tahun.

" Kami menyambut baik kerjasama dengan FrieslandCampina dalam studi besar yang mendalam untuk mendapatkan temuan -temuan mengenai tren pertumbuhan, kebiasaan diet, pola aktivitas fisik, pola tidur, dan status gizi anak-anak di negara kita," ujar Rini dalam keterangan tertulis yang diterima Dream, Kamis 29 November 2018.

Dia menambahkan, pada SEANUTS pertama mengungkap bahwa banyak anak di Indonesia menderita masalah gizi ganda (kekurangan dan kelebihan gizi).

Rini menjelaskan, penelitian ini fokus pada kuantitas dan kualitas asupan protein pada anak, sehingga apabila itu dapat dilakukan maka proses tumbuh kembangnya dapat berjalan dengan baik.

Menurut President of Consumer Dairy Royal FrieslandCampina, Roel van Neerbos, mayoritas anak-anak yang ada di dunia mengalami ketidakseimbangan konsumsi makanan yang mengakibatkan kelebihan atau kekurangan gizi.

" Studi ini akan memberi kita informasi menyeluruh mengenai kesenjangan status gizi anak, sebagai dasar pengembangan inovasi produk susu serta program gaya hidup sehat yang disesuaikan dengan kebutuhan gizi dan tumbuh kembang mereka," kata Roel.

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More