3 Desainer Indonesia Unjuk Karya di Paris Batik For The World

Reporter : Rizki Astuti
Sabtu, 9 Juni 2018 14:00
3 Desainer Indonesia Unjuk Karya di Paris Batik For The World
Mereka adalah Oscar Lawalata, Edward Hutabarat, dan Denny Wirawan.

Dream - Perjuangan panjang untuk mengangkat batik Indonesia ke kancah dunia telah membuahkan hasil. Setelah dakui oleh UNESCO, batik Indonesia semakin berkibar di panggung dunia.

Pada Kamis 7 Juni 2018, Batik For The World yang digelar di Hall Salle 1, kantor pusat UNESCO, resmi dibuka. Event yang dibuka dengan pagelaran busana dari Oscar Lawalata, Edward Hutabarat, dan Denny Wirawan, itu menuai decak kagum para undangan.

Pagelaran busana ini ditampilkan dalam gedung konferensi yang biasa digunakan untuk konferensi para anggota UNESCO dari seluruh dunia.

Oscar Lawalata, Edward Hutabarat, dan Denny Wirawan

Oscar Lawalata, Edward Hutabarat, dan Denny Wirawan (Sumber: Istimewa)

Oscar membawa batik dari lima daerah di Jawa Timur, di antaranya Madura, Surabaya, Ponorogo, Trenggalek, dan Tuban. Kelima daerah itu dibuat dalam koleksi busana ready to wear.

Sementara Edward Hutabarat memboyong batik dari daerah pesisiran Mega Mendung dan Sawung Galing dengan memadukan motif garis yang menjadi identitasnya. Edward mempresentasikan batik dalam wedding gown, beach wear, resort look, dengan tampilan longgar dan ringan.

Rancangan Denny Wirawan di Batik For The World

Rancangan Denny Wirawan di Batik For The World (Sumber: Istimewa)

Sementara, Denny Wirawan menghadirkan inspirasi koleksi terbaru dari kain batik Kudus, warisan budaya dari pesisir Jawa Tengah yang berkembang sejalan dengan perkembangan kerajaan di Jawa.

Permainan tabrak corak khas Denny Wirawan dengan kain batik Kudus yang menampilkan motif flora dan fauna nan elok, dipadu dengan embroidery. Koleksinya ini akan menjadi inspirasi busana cocktail dan evening wear.

rancangan Edward Hutabarat di Batik For The World

Rancangan Edward Hutabarat di Batik For The World (Sumber: Istimewa)

Selain pagelaran busana, pengunjung juga dapat melihat pameran batik Indonesia dari beragam daerah di Hall Miro dan Hall Segur, kantor pusat UNESCO, Paris.

Sekitar 100 kain batik Indonesia yang dikurasikan bersama Yayasan Batik Indonesia (YBI), Rumah Pesona Kain, dan Oscar Lawalata Culture, ini menampilkan keragaman kekuatan motif batik-batik lawas yang khas hingga motif batik modern.

Serangkaian kegiatan lain yang dapat dijumpai pengunjung antara lain mendatangi area perajin yang akan menampilkan demo proses membuat kain batik hingga talkshow mengenai industri batik Indonesia dan perkembangannya, tradisi batik dan budayanya, serta cara memakai kain batik itu sendiri.

Beri Komentar