Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Rancangan Oscar Lawalata, Edward Hutabarat, Dan Denny Wirawan Di Batik For The World (Istimewa)
Dream - Perjuangan panjang untuk mengangkat batik Indonesia ke kancah dunia telah membuahkan hasil. Setelah dakui oleh UNESCO, batik Indonesia semakin berkibar di panggung dunia.
Pada Kamis 7 Juni 2018, Batik For The World yang digelar di Hall Salle 1, kantor pusat UNESCO, resmi dibuka. Event yang dibuka dengan pagelaran busana dari Oscar Lawalata, Edward Hutabarat, dan Denny Wirawan, itu menuai decak kagum para undangan.
Pagelaran busana ini ditampilkan dalam gedung konferensi yang biasa digunakan untuk konferensi para anggota UNESCO dari seluruh dunia.

Oscar Lawalata, Edward Hutabarat, dan Denny Wirawan (Sumber: Istimewa)
Oscar membawa batik dari lima daerah di Jawa Timur, di antaranya Madura, Surabaya, Ponorogo, Trenggalek, dan Tuban. Kelima daerah itu dibuat dalam koleksi busana ready to wear.
Sementara Edward Hutabarat memboyong batik dari daerah pesisiran Mega Mendung dan Sawung Galing dengan memadukan motif garis yang menjadi identitasnya. Edward mempresentasikan batik dalam wedding gown, beach wear, resort look, dengan tampilan longgar dan ringan.

Rancangan Denny Wirawan di Batik For The World (Sumber: Istimewa)
Sementara, Denny Wirawan menghadirkan inspirasi koleksi terbaru dari kain batik Kudus, warisan budaya dari pesisir Jawa Tengah yang berkembang sejalan dengan perkembangan kerajaan di Jawa.
Permainan tabrak corak khas Denny Wirawan dengan kain batik Kudus yang menampilkan motif flora dan fauna nan elok, dipadu dengan embroidery. Koleksinya ini akan menjadi inspirasi busana cocktail dan evening wear.

Rancangan Edward Hutabarat di Batik For The World (Sumber: Istimewa)
Selain pagelaran busana, pengunjung juga dapat melihat pameran batik Indonesia dari beragam daerah di Hall Miro dan Hall Segur, kantor pusat UNESCO, Paris.
Sekitar 100 kain batik Indonesia yang dikurasikan bersama Yayasan Batik Indonesia (YBI), Rumah Pesona Kain, dan Oscar Lawalata Culture, ini menampilkan keragaman kekuatan motif batik-batik lawas yang khas hingga motif batik modern.
Serangkaian kegiatan lain yang dapat dijumpai pengunjung antara lain mendatangi area perajin yang akan menampilkan demo proses membuat kain batik hingga talkshow mengenai industri batik Indonesia dan perkembangannya, tradisi batik dan budayanya, serta cara memakai kain batik itu sendiri.
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia



Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya